World’s First Modern War

Setelah membaca seluruh seri buku “Perang Eropa” karya P.K. Ojong, saya semakin tertarik untuk menelusuri sejarah seputaran Perang Dunia ke-2 yang tragedi kemanusiaan terbesar di dunia itu. Mengapa disebut tragedi kemanusiaan? karena ada sekitar 50 juta jiwa tewas karena perang ini (Ninok Leksono, 2008) yang dari jumlah itu separuhnya berasal dari Uni Soviet dan sebagian besar dari 50 Juta adalah korban warga sipil. Perang dunia 2 yang berlangsung dari tahun 1939 hingga 1945 tak pelak lagi merupakan  suatu tragedi yang menyakitkan bagi umat manusia.

Berawal dari seri buku diatas, keigintahuan saya melebar dengan mempelajari Perang Dunia melalui media-media lain seperti Televisi, Internet, dan buku-buku lainnya. Di media televisi, saya sangat menyukai 2 seri dokumenter perang dunia 2 yaitu “Apocalypse : The second world war” yang pernah tayang di National Geographic dan “World War II in Colour” yang saya tonton di Discovery Channel. Kedua acara tersebut memberikan gambaran lengkap dari mulai bagaimana rezim Hitler terbentuk hingga bertekuk lutunya angkatan bersenjata Jepang pasca dijatuhkannya bom Atom di Hiroshima dan Nagasaki. Media video (televisi) memang lebih memberikan saya gambaran lengkap dan dalam tentang bagaimana konflik ini berlangsung.

Setelah cukup banyak menggali informasi seputar Perang Dunia II, saya menemukan sebuah buku menarik mengenai tragedi kemanusiaan lain yang merupakan benih terjadinya perang dunia II. Tragedi itu tak lain adalah Perang Dunia I. Perang yang berlangsung dari 1914 hingga 1918 ini mengakibatkan jumlah korban jiwa yang tidak jauh lebih kecil dibandingkan perang dunia II. Lebih dari 70 juta personel militer dikerahkan dalam perang ini dan dari jumlah itu, 10 juta tentara dan 5 juta warga sipil diperkirakan tewas (wikipedia).  Besarnya korban jiwa ini bukanlah satu-satunya hal yang mengerikan, hal lain adalah munculnya perasaan dendam bangsa Jerman akibat kekalahan mereka di PD 1 yang akhirnya menjadi pembakar semangat mereka untuk membalas dendam di Perang Dunia 2.

Buku “Great Battles in World War 1” yang dibuat oleh grup Majalah Angkasa bisa dijadikan referensi yang bagus untuk penelusuran tentang Perang Dunia 1. Buku setebal 112 halaman ini memiliki format seperti majalah karena memang pembuatnya adalah grup Majalah Angkasa. Oleh karena itu, di dalamnya banyak terdapat informasi visual seperti foto, skema, dan ilustrasi yang cukup memperkaya wawasan kita tentang hal-hal yang ada di Perang Dunia 1.

Di dalam buku ini dijelaskan bahwa pemicu terjadinya perang dunia 1 adalah pembunuhan putra mahkota kekaisaran Austria, Pangeran Frans Ferdinand pada 28 Juni 1914 oleh aktivis Serbia, Gravilo Prinip, yang ingin melampiaskan kekecewaannya atas pemberian konsensi kepada warga Slavia yang menetap di Bosnia. Pembunuhan ini ternyata membangunkan singa-singa tidur. Austria kemudian mengancam akan menghancurkan Serbia dan ancaman ini memaksa Rusia turun ke medan perang karena mengaggap dirinya pelindung tradisional bangsa-bangsa kecil Slavia. Keikutsertaan Russia ke dalam medan perang membuat Jerman juga ikut mengambil bagian dalam perang karena pada masa itu Jerman sudah bersitegang dengan Russia dan Perancis. Sadar bahwa Rusia berhadapan dengan Austria dan Jerman, Perancis pun digandeng. Pada akhirnya, ketika inggris melihat sekutu-sekutunya berperang, Inggris pun turun tangan dalam perang ini terlebih karena jerman jelas-jelas sudah masuk ke wilayah Belgia dan Luxemburg yang dinilai Inggris melanggar Independensi dan Netralitas negara tersebut.

Runtutan persitiwa diatas menghasilkan dua aliansi besar dalam perang dunia 1 yaitu Tirple Entente yang beranggotakan Inggris, Rusia dan Perancis, dan Triple Alliance yang beranggotakan Jerman, Austria-Hungaria. Negara-negara aliansi ini kemudian menyeret negara-negara lain  seperti Amerika, Turki, Australia dan New Zealand untuk terjun ke dalam perang.

Dalam buku ini, dijelaskan bahwa Perang Dunia 1 bisa dibilang sebagai perang modern pertama di Dunia. Perang ini sangat berbeda dibanding perang-perang sebelumnya yang masih mengandalkan panah, tombak, senapan dan meriam era awal serta pasuka berkuda. Perang Dunia 1 ini memperkenalkan dunia pada Tank, Pesawat terbang pengintai dan pembom, Gas Saraf, dan perhau-perahu baja penggempur. Perang Dunia 1 adalah perang perang transisi menuju perang-perang selanjutnya yang lebih maju, akurat, luas, dan terukur.

Memang tidak cukup 112 halaman untuk mengupas sejarah perang Dunia 1 tetapi hadirnya buku “Great Battle in World War I” ini memperkaya literatur Perang Dunia yang dimilki bangsa Indonesia. Dari buku ini kita bisa belajar bahwa suatu percikan kecil dalam perpolitikan bisa berujung pada tragedi kemanusiaan yang sangat massiv. Dari buku ini kita bisa belajar bahwa cinta tanah air bisa memberikan kekuatan yang sangat besar bagi seseorang dalam mempertahankan negaranya. Lebih banyak lagi hal yang kita pelajari dari sejarah Perang Dunia 1 ini. Oleh karena itu sebagai penutup, saya ingin kembali menuliskan suatu bagian dari kata pengantar di buku ini yang saya sangat sependapat dengannya.

” Akhir kata, kami senang dengan keinginan dan niat Anda membaca buku ini, karena dengan ara ini Anda bisa “melihat dan membaca” sebagian gambar dari mozaik peradaban yang kemudian membentuk wajah masyarakat dunia. Ini penting karena sejarah tidak tercipta untuk dilupakan, melainkan demi masa depan yang lebih baik. “

One Response to World’s First Modern War

  1. bukunya bagus mad, aku udah namatin yang jilid 1,2,3, dan semenjak itu suka hunting buku tentang WW sampe ga terkontrol.. :D , anyway…the history is made by the winner(s), so aku lebih tertarik mencari “kebohongan” yang ada di buku2 cerita WW1/WW2… ^-^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s