Category Archives: Just write!

Laruku Jakarta 2012 – Finally

Finally, after ten years of waiting, L’Arc en Ciel (Laruku) will perform in Jakarta, Indonesia. What a long wait for Indonesian Laruku fans since their introductory début as a musician that fill a theme song in a famous Japanese Anime airing in Indonesia, Rurouni Kenshin. The japanese Super Band will perform at Lapangan Senayan, Jakarta – May 2nd 2012 starting from 08.00 PM. Further information can be found at : http://rajakarcis.com/2012/01/25/larc-en-ciel-world-tour-2012/


To me, this is just like a dream comes true. I remember, ten years ago I was dreaming of watching their concert live in Japan. However, I couldn’t manage to catch their live performance even during my previous one year stay in japan and the subsequence visit two year after. Therefore, this “might be once in a lifetime” chance  really cannot be missed.  I gave my full effort in getting the ticket as soon as possible because as expected, the ticket were sold fast. Fortunately I already got the ticket :)

This concert will never be possible to happen without the great effort from Indonesian Laruku fan base community – L’Arc en Ciel Indonesia (http://www.facebook.com/larcencielindonesia). Although Indonesia has a very big fan base, the community could unite those aspiration and probably this makes Laruku spot Indonesian fan interest in their live performance and finally decided to put Indonesia as one of their 2012 World Tour destination.

Now,, just wait for the D-Day of the first L’Arc en Ciel performance in Indonesia. See you L’Arc en Ciel :)

L’arc in My Heart

My favorite band in the world, L’arc en CIel, will held a 20th anniversary concert on 28 & 29 May 2011. The two days concert will trace the 20 years of band history by playing songs from “Dune” to “Heart” album on the first day and “Ark & Ray” to “KISS” album on the second day. The ticket price is 9000 yen or around USD 110.  The live will be held in Ajinomoto Stadium with total capacity around 50,000 peoples (or even more for concert arrangement). FYI, the ticket for both days of concert is already sold out in just one day.

The greatest thing of this concert is that the will donate all concert revenue for the victim of recent Japan Tohoku earth quake. They also planned to reduce the electricity usage in the concert. What a noble thing that we have to also kept in our heart. That’s my fave band is :)

Eventhough I have stayed in Japan for one year, I’ve never been to their concert. They were at ‘resting’ stage when I came to Japan. What a regret for me because seeing their live is one of my dream. As for this concert, to me, the ticket price is really a small price for taking part in a this Japan’s legendary band history. Unfortunately, the transportation cost from Indonesia to Japan is far higher than the ticket price…. I cant afford T_T poor me.. haha

But anyway.. they will always be my fave band.. I started to listened their songs 10 years ago.. and I still like their song, performance, and attitude.. Hopefully I still get a chance to see their live in the near future… wish me luck :)

Seri Perang Eropa

Saya memang bukan orang yang suka pelajaran sejarah. Bahkan, semenjak SD hingga SMA saya tidak pernah menunjukan antusiasme yang tinggi dalam mempelajari mata pelajaran Sejarah. Tidak pernah saya menemukan passion yang tinggi dalam menelusuri uraian-uraian sejarah seperti passion saya dalam memecahkan soal kalkulus atau fisika dasar. Koleksi buku pribadi saya pun tidak ada yang berkaitan dengan sejarah. Singkatnya, mempelajari sejarah tidak pernah menempati posisi utama dalam prioritas minat saya.

Namun, tidak untuk kali ini. Dalam satu bulan terakhir saya tersihir oleh sebuah buku yang mengulas  konflik paling berdarah dalam sejarah umat manusia, Perang Dunia 2. Di waktu luang selepas bekerja, saya selalu menyempatkan untuk membaca halaman per halaman dari buku ini. Sebuah deviasi dari kurangnya minat saya pada pelajaran sejarah.

Perang Eropa, itulah nama bukunya. Buku yang merupakan kumpulan tulisan berseri yang ditulis oleh P.K. Ojong SH dan diterbitkan dalam majalah mingguan Star Weekly (Djakarta) ini telah menjadi salah satu mahakarya penulis Indonesia dalam topik sejarah perang dunia kedua. Terdiri dari 3 jilid, buku jilid pertama dicetak pertamakali pada pada bulan Juli 2003 dan buku yang saya dapat sudah merupakan cetakan ketujuh, 2008.

Buku Perang Eropa Jilid 1 mengisahkan awal dari pecahnya peperangan di Eropa hingga pendaratan Sekutu di Afrika Utara. Buku ini dibuka dengan kisah seputar Blitzkrieg yang merupakan strategi perang cepat Jerman yang dengannya berhasil mendominasi daratan Eropa. Blitzkrieg disokong dengan senjata rising star kala itu, tank, sehingga keberadaan berlapis baja ini memberikan perspektif baru mengenai perang yang mengandalkan kecepatan dan senjata moderen. Lewat strategi ini, Jerman dibawah pimpinan Hitler mampu menguasai polandia,  perancis, belanda, Yunani, afrika utara, dan wilayah Eropa lainnya dalam kurun waktu 3 tahun saja.

Buku ini juga membahas kehidupan Adolf Hitler, sang pemimpin Jerman pada kala itu. Melalui buku ini saya bisa memahami bagaimana kharisma Hitler bisa membuat warga Jerman terbuai pada mimpi kejayaan Jerman yang Agung. Semua mimpi itu sudah terwujud ketika Hitler kecil menunjukan bakat memimpin dan mempengaruhi teman-temannya, meskipun, secara akademik kepintarannya tidak menonjol.

Pembahasan perang dunia ke 2 terus belanjut ke peperangan di lautan. Buku ini menceritakan bagaimana kapal-kapal selam Jerman, U-Boat, menjadi kekuatan yang paling ditakuti di laut Atlantik.  Superioritasnya di laut atlantik didukung dengan kapal bajak laut, pocket battleship, dan bahkan kapal tempur terbesar di dunia kala itu, Bismarck. Menyelami setiap halaman buku ini, kita bisa melihat dinamika kekuatan armada laut dunia yang berpusat pada 3 poros, Inggirs, Amerika, dan Jerman.

Buku ini juga membahas kiprah tentara sekutu – Jerman di afrika utara yang oleh stalin disebut sebagai “perut buaya”. Istilah ini digunakan karena sekutu menganggap front perang selat channel sangat sulit ditembus dan begitu ganas sehingga diasosiasikan sebagai mulut buaya. Sedangkan front utara eropa yang meliputi norwegia, denmark, dan sekitarnya juga memiliki pertahanan yang sangat kuat seperti kulit punggung buaya. Oleh karena front selatan Eropa terdapat Spanyol dan Italia yang relatif kurang kuat dibanding front lainnya, Sekutu memutuskan untuk menusuk Jerman dari sisi ini.

Hal menarik yang dibahas dari buku ini adalah kiprah jenius-jenius militer seperti Erwin Rommel (The Desert Fox), Von Mainstein dari Jerman dan Zhukov dari Rusia yang memegang peranan penting dalam front Timur, juga Eisenhower, George Patton, Bradley, dan Montgomery yang berkuasa di front Barat. Keberadaan mereka menunjukan bahwa perang adalah sebuah seni yang sayangnya juga merupakan suatu tragedi terburuk bagi umat manusia.

Kepemimpinan, semangat perjuangan, dan pengendalian diri adalah beberapa poin yang saya dapat dari buku ini. Saya merasakan bagaimana frustasinya Jenderal-jenderal perang jerman dalam perang yang bukan karena kuatnya musuh yang dihadapi, tapi beratnya mempertahankan prinsip mereka terhadap kediktatoran Hitler. Buku ini secara ineksplisit menyatakan bahwa jika Hitler lebih mendengarkan Jenderal-jenderalnya, mungkin Jerman yang akan keluar menjadi pemenang Perang Dunia Kedua. Namun itulah masa lalu yang bisa kita pelajari nilai-nilainya untuk kita aplikasikan di masa kini.

Setelah membaca buku ini, saya semakin bersyukur bisa hidup di masa dan di lingkungan yang damai. Masa dimana jiwa raga digunakan untuk pembangunan umat manusia, bukan pengembangan senjata penghancur seperti perang dunia lalu.

ps : bersiap membeli jilid ke 2 dan ke 3 :)

Mengukur dengan Google Earth

Kali ini saya ingin berbagi cara melakukan pengukuran jarak pada Google Earth. Fitur ini sangat bermanfaat dan penggunaannya sangat luas. Salah satunya adalah pengukuran lebar jalan yang akan saya jelaskan dengan langkah-langkah dibawah ini.

Dalam contoh ini, saya akan mengukur lebar ruas jalan di suatu titik di jalan Pasteur, Bandung. Langkah-langkahnya adalah :

1. Klik tombol “Show Ruller” pada Tolbar bagian atas software. Pointer akan otomatis berubah bentuk menjadi kotak target.

2. Mucul jendela “Ruler” dengan informasi length dan heading.

3.  Klik di titik di satu sisi jalan.

4. Kilk di sisi lain jalan.

5. Informasi panjang garis dan sudut yang dibentuk garis terhadap arah utara dapat dilihat di jendela “Ruler”

Pada tahap dua, pada jendela “Ruler” terdapat pilihan “Line” dan “Path”. Pilihan “Line” digunakan untuk mengukur panjang satu garis lurus saja sedangkan pilihan “Path” digunakan untuk panjang jalur yaitu garis-garis yang saling berhubungan yang kita gambar di google earth. Fungsih “Path” pada google earth dapat dilihat pada gambar dibawah.

Sebelum menggunakan fitur Ruler, pastikan anda memahami bahwa akurasi pengukuran panjang belum terverifikasi secara resmi oleh google.  Saya pun belum mendapat jawaban pasti mengenai seberapa akurat fitur ini. Yang jelas, sebagai pengukuran kasar, fitur ini sangat praktis untuk digunakan. Selamat mencoba dan bereksperimen.

What to write?

Waduh,,, kena wabah jarang nge post lagi… gimana nih,,,
Seret ide? enggak,,, banyak banget ide untuk nulis artikel-artikel,,, Tapi kenapa kok gak nulis2 ??

Apa ‘status bekerja’ penyebabnya? mungkin…

Setelah berubah status dari mahasiswa ke karyawan emang banyak hal seputar gaya hidup saya yang berubah. Gak bisa dipungkiri kalo yang namanya kerja itu beda sama kuliah. Antara kerja dan kuliah sepertinya memiliki atmosfir yang berbeda yang masing-masing unik.

Dalam kaitannya dengan menulis,,, mari coba analisis.
Di kuliah dulu, terutama tingkat 4, jam sibuk saya relatif tidak teratur dibanding sekarang setelah bekerja. Dulu, kuliah mulai jam 9 pagi, dan itu pun tidak tiap hari ada kuliah. Walau pulang dari kampus sering sekitar magrib, waktu jeda dari pagi hingga magrib banyak juga dan sering saya pakai untuk nulis.

Sekarang?? Totally different..
Tiap hari, senin sampai jumat sudah ada jadwal sibuk dari jam 7 sampai 5 sore. Tentunya, ada tugas-tugas kantor yang harus dikerjakan. Yang bikin lebih sulit untuk menulis adalah tidak adanya akses internet ke wordpress. Maksudnya? Selama jam kerja, akses internet ke situs jejaring sosial, entertainment, dan blogging di block. Gak ada kesempatan sama sekali bwt ngebukanya. Hasilnya? ya saya makin males untuk menulis… Saya memang gak terbiasa menulis tanpa ada situs wordpress terbuka di internet borwser saya.

But anyway, produktivitas menulis saya memang sedang benar2 rendah.. semoga bisa segera bangkit dan berbagi banyak info bwt rekan-rekan semua. Terimakasih

*Artikel pancingan untuk meningkatkan produktivitas menulis… maaf kalo nyampah :D

Process Safety Fundamental training

Just a quick press from Me. I realize that I’ve not been posting any article again for the past month and I am willing to share my experience again from now and on :D

Anyway, for this past three days I’ve been on a training titled “Process Safety Fundamental Training”. The training is about understanding and managing risk specially in oil n gas industry. It is a mandatory training for me who is a new employee in my company.

The training is very important for me and the company since we are running a high risk industry. I learnt many important things in bringing safety to my company’s process system. Today will be the last day of the training. I’m looking forward to learn and experience more.

See you next post ^^

Lagi, Jl Pasteur Macet Karena Banjir.

Sekitar pukul 3.00 PM hari ini, saya hendak pulang melalui JL. Dr. Djunjunan (Pasteur) Setelah seharian berada di rumah sakit menemani kakak saya yang terkena demam berdarah. Ketika hendak berbelok dari Sukajadi ke jalan Pasteur, kemacetan jalan sudah terlihat di mulut timur Jl Pasteur. Artinya?? seluruh Jl Pasteur macet.

Sejalan dengan apa yang saya pikirkan, seluruh ruas jalan pasteur arah Tol macet. Kemacetan jalan terjadi sepanjang kurang lebih 2 KM. Kemacetan sepanjang ini sering terjadi pada week end dan hari-hari libur panjang lainnya. Namun, hari ini adalah hari Selasa dan jam tangan menunjukan pukul 3.00 PM ;  Bukanlah waktu yang lazim untuk terjadinya macet di Jl Pasteur.

Saya pun berpikir, “Kali ini, kenapa lagi ya pasteur bisa macet??”  Setelah setengah jam perjalanan di jalan pasteur akhirnya saya tahu mengapa kemacetan seperti ini bisa terjadi. Penyebabnya adalah… Genangan air sedalam 20-30 cm yang menggenangi ruas jalan di depan Mall Bandung Trade Center (BTC).  Genangan air ini sering terjadi ketika hujan deras menerpa daerah sekitar BTC akibat drainase jalan yang buruk.

Hal yang membuat genangan air menjadi semakin parah adalah elevasi jalan sisi BTC yang lebih rendah dibanding sisi jalan di seberangnya. Hal diatas membuat 3/4 lebar jalan tergenang sehingga menghambat arus lalu lintas menujut gerbang Tol Pasteur. Ilustrasi daerah genangan air bisa dilihat pada gambar dibawah.

Kemacetan di ruas jalan ini sangat merugikan bagi kota Bandung. Selama menempuh perjalanan tadi, saya melihat sebuah mobil ambulan yang tidak berhenti menyalakan sirinenya ditengah kemacetan yang ada. Sungguh mengerikan ketika saya membayangkan ada seseorang yang meregang nyawa menanti datangnya bantuan medis sementara bantuan yang ia harapkan terlambat datang karena terjebak macet. Semoga saja itu bukan kenyataan senyata kemacetan yang semakin merajalela di Indonesia.

Pilihan itu…. Hidup.

Saya memang masih muda, tidak banyak pengalaman, dan mungkin tidak bisa dibilang “sudah makan asam garam kehidupan”…

Namun, apa yang saya yakini hingga saat ini adalah bahwa hidup adalah seni menentukan pilihan. Di dalamnya terdapat berbagai macam kondisi dimana kita harus menentukan dan menjalankan pilihan terbaik menurut kita. Di dalamnya terdapat sebuah Konsekuensi; dampat yang muncul dari pilihan yang kita tentukan. Didalamnya terdapat kata Syukur; ketika kita menyadari bahwa pilihan kita salah. Dan yang paling miris, didalamnya terdapat kata Sesal; perasaan ketika kita menyadari bahwa pilihan kita itu salah.

Ya… pilihan memang bisa menjadi hal mudah, namun juga bisa sangat sulit. Di dalamnya terdapat batasan Waktu; Membuat kita tidak bisa lama berpikir untuk membuat sebuah keputusan. Di dalamnya terdapat kata alternatif; membuat kita melakukan perbandingan atas tiap jalan yang mungkin diambil. Di dalamnya terdapat kata bagaimana jika; merupakan sebuah analisis yang tidak dengan mudah kita tentukan tingkat akurasinya.

Ya… hidup itu pilihan. Selalu tentang memilih. Dan kadang, kita tidak tahu mana yang harus dipilih. Kita tidak paham konsekuensi mana yang bisa kita pikul. Kita tidak sadar pilihan mana yang benar-benar tepat bagi kita. Itu lah seni menentukan pilihan.

Oleh karena itu, Allah SWT memerintahkan kita untuk melakukan Shalat Istikharah ketika kita benar-benar tidak bisa lagi dalam menentukan keputusan. Shalat Istikharah, sebuah shalat sunnah yang penuh makna. Membuat kita menyadari betapa tidak berdayanya kita sebagai sebuah titik kecil di alam semesta dengan segala kompleksitasnya. Membuat kita kembali merenung akan maha agungnya Allah SWT yang menciptakan sistem kehidupan yang sedemikian rupa rumitnya. Sungguh maha kuasa Allah SWT.

.

Doa sesudah shalat Istikharah

.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ

.

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepadaMu dengan ilmu pengetahuanMu dan aku mohon kekuasaanMu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaanMu. Aku mohon kepadaMu sesuatu dari anugerahMu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku atau -Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: …di dunia atau akhirat- sukseskanlah untukku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaanMu kepadaku.” (HR. Al-Bukhari 7/162)

.

.

Doa sesudah shalat istikhara diambil dari :

http://shalatmalam.blogspot.com/2009/05/doa-sesudah-shalat-istikharah.html

Terbengkalai

Terbengkalai? apaan tuh? nampaknya blog saya terbengkalai. Sudah lebih hampir tiga minggu saya tidak mempost satu artikel pun. Walah… bagaimana ini? bagaimana dengan tujuan-tujuan yang saya buat saat pertamakali berpikir untuk membuat blog ini???

Well, banyak faktor sih yang bikin saya vakum menulis akhir2 ini. Salah satunya adalah kesibukan saya mempersiapkan dan melaksanakan Seminar  1 Tugas Akhir. Acara itu merupakan sebuah presentasi proposal tugas akhir yang harus saya kerjakan sebagai syarat kelulusan tahap sarjana di ITB ini. Memang bukan hal yang mudah dalam mempersiapkan seminar, dibutuhkan penelusuran literatur dan analisis awal mengenai tugas akhir yang akan saya lakukan.

Selanjutnya, hal yang membuat saya vakum menulis adalah karena tepat setelah seminar, saya mulai disibukan dengan aktivitas kuliah pertama di semester genap 2010 ini. Terus terang saya masih terbenam pada nuansa liburan setelah disibukan dengan berbagai tugas akhir yang menyesakan. Saya masih ingin merasa bebas sehingga saya lupa menekan tombol ‘on’ untuk perubahan diri ke mode perkuliahan :p

Begitulah kurang lebihnya, sebenarnya saya memiliki 2 draft tulisan yang saya tulis selama masa vakum tersebut namun entah kenapa saya belum memiliki semangat untuk mempublishnya. Anyway, mulai saat ini saya akan kembali bersemangat untuk menulis. Oh iya, mungkin anda menyadari saya semakin banyak menulis dalam bahasa Indonesia.. hehe, saya merasa saya harus lebih banyak lagi menulis dalam bahasa Inggris sebagai bahan latihan, namun, apa daya,,,, tinggal di negara yang tidak memaksa kita untuk menggunakan bahasa Inggris membuat semangat saya untuk berbahasa Inggris semakin luntur. Tapi, sekali lagi, mulai sekarang saya akan semakin bersemangat untuk menggunakan bahasa Inggris.

Semester ini Insya Allah akan menjadi semester terakhir saya di tahap Sarjana di ITB. Entahlah soal pasca sarjana, yang jelas saya sangat berharap untuk lulus di bulan Juli nanti. Kenapa harus Juli? kenapa ya? well, Juli merupakan bulan sakral dimana anak ITB dianggap lulus tepat waktu jika diwisuda pada bulan itu. Meskipun saya sudah telat setahun karena pertukaran ke Jepang lalu, saya tetap menganggap saya harus mengikuti tradisi Tepat Waktu yang mulai populer pada tahun-tahun belakangan.

Terimakasih,

Sampai jumpa pada post selanjutnya.

iPad Parody Video

On January 27th 2010, apple announced their new iPad release. It is a new gadget from apple that will be sold from $499. Some people say it will be a great tablet but some people say it is only an oversized iPod touch.

iPad

iTouch

Playing with those controversies, a creative person created a funny video about the IPad and published it on Youtube. The funny video was made from the Downfall movie scene (German: Der Untergang). You might have known about this movie; a movie about Hitler in at the moment of his defeat during the world war two.  Since the movie’s original dialogue is in German language, the creator of the funny video uses the scene where Hitler is angry and changes the subtitle with a parody about iPad release. You can see the video below and I also link video of the original scene from the movie.  Enjoy..!

================================================

The parody scene :

===============================================

The original scene :