Secangkir Kopi dan Sandwich

Waktu menunjukan pukul 8.50. Diiringi musik project pop yang tak terdengar karena tertutup gemuruh kendaraan bermotor yang lalu lalang di depan Bandung Indah Plaza (BIP), saya duduk menikmati kopi dan sandwich di sebuah gerai Dunkin Donuts yang langsung menghadap gedung Gramedia. Kopi yang masih pana itu terlihat masih mengeluarkan uap wangi kopinya. Sandwich yang tersaji dihiasi dengan salada dan telur dadar masih belum saya sentuh, menanti selesainya satu paragraph awal dari blog yang saya tulis ini.

Seketika setelah paragraf pertama diatas selesai saya ketik, saya langsung melahap bagian telur dadar dari sandwich yang terjadi. Menu makanan seharga sebelas ribu itu memang layak untuk dinikmati di suasana pagi di BIP ini.

Mungkin anda bertanya, what the hell am I doing here? Menikmati sarapan di counter dunkin donut BIP memang tidak masuk kedalam rencana saya hari ini. Pada mulanya saya berencana untuk menemui dosen wali saya di karang setra untuk meminta tanda-tangan dari surat rekomendasi beliau untuk lamaran beasiswa program s2 saya. Beliau menyuruh saya untuk datang pagi ke rumahnya.

Beliau memang tidak sering berada di bandung, hanya 2 minggu sekali saja dia berada di bandung. Itu pun hanya pada hari jumat sampai minggu pagi saja beliau berada di sini. Olehkarena itu, saya berencana datang ke rumahnya pada hari ini, sabtu pagi. Namun, saya kira, jam 9 adalah batasan pagi bagi beliau. Sayangnya, ketika saya mengunjungi rumahnya tepat pukul 8.20, beliau baru saja berangkat meninggalkan rumahnya. Menuju tempat yang tidak saya ketahui karena kabar keberangkatan beliau saya dapat dari pembantu beliau.

Well, apa boleh buat. Saya pergi meninggalkan rumahnya. Saya pun tidak tahu kapan saya harus berkunjung lagi ke rumah beliau. Karena rencana awal saya setelah ke rumah beliau adalah berangkat ke BEC untuk membeli tinta bagi printer saya dan langsung ke BIP untuk membeli tiket nonton untuk saya dan pacar saya, tanpa berpikir panjang saya langsung saja berangkat menuju BEC.

Setiba di BEC tepat pukul 8.40, salah satu Gedung pusat penjualan elektronik di Bandung itu ternyata masih tutup. Semua area parkiran pun masih terkunci. Saya pun melanjutkan ke rencana kedua untuk berangkat menuju BIP. Memang, setiba di BIP, area parkiran di lantai satu sudah terbuka. Sudah ada penjaga yang menyambut saya setiba di gerbang parkiran dan saya pun masuk untuk parkir. Selanjutnya, saya berjalan menuju gerbang utama dan ternyata gerbang itu masih tertutup.

Saya pun membaca petunjuk waktu buka BIP yang ternyata  adalah 9.30. Saat itu jam tangan saya menunjukan pukul 8.45, menanti 45 menit memang tidak sebentar, tapi entahlah,  saya merasa malas jika harus langsung kembali ke rumah. Saya pun melihat counter Dunkin Donut yang memasang pengumuman “Breakfast Package – Rp. 10.900 – 06.00 – 10.00 AM “. Well, saya menemukan satu alasan yang saya rasa cukup kuat untuk tinggal di BIP dan menanti BIP dan BEC buka.

Dan begitulah ceritanya, mengapa post ini tercipta. Memang paling enak untuk menulis di pagi hari terlebih di tempat yang tidak biasa bagi saya dan ditemani dengan secangkir kopi dan roti Sandwich.

 

— Ditulis hari Sabtu, 28 Nov 09 —

Advertisements

6 thoughts on “Secangkir Kopi dan Sandwich

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s