Berkunjung ke Negeri Paman Sam – Part I

Amerika Serikat (AS). Negara yang penuh kontroversi bagi hampir semua orang di belahan dunia manapun. Ada yang membenci, ada yang mendukung, ada yang kelihatan membenci padahal mendukung, dan berbagai pandangan tentang Negara yang berdiri 4 Juli 1776 ini. Dengan cakupan luasnya di pemberitaan, film dan musik, bahkan perusahaan-perusahaan nya yang mengglobal, tidak sulit untuk menangkap gambaran seperti apa Amerika Serikat itu, kota-kotanya, penduduknya, cara masyarakatnya berinteraksi. Semua hal yang membuat seseorang merasa bahwa ia cukup mengenal Amerika Serikat sehingga bisa memilih untuk membencinya atau mencintainya. Setidaknya hal itu yang saya rasakan beberapa saat lalu.

Pada bulan Mei 2014, di usia saya yang ke 26 tahun, saya diberi kesempatan untuk menjejakan kaki di tanah Amerika Serikat.

Sebenarnya saya tidak pernah merasa sangat tertarik untuk mengunjungi AS. Saya tumbuh dengan berbagai cerita mengenai bagaimana arogannya orang amerika seperti tercermin dalam proses keimigrasiannya. Selain itu, banyak cerita mengenai diskriminasi terhadap warga muslim terutama pada seseorang yang namanya jelas terdengar seperti nama Arab seperti saya.

Tapi, Ketika saya mendengar kabar mengenai penugasan saya, seketika saya lupa mengenai anggapan negatif yang saya miliki tentang AS. Saya seolah merasa terbangun dan tertantang untuk membuktikan apakah anggapan yang telah saya percayai selama bertahun-tahun ini nyata. Bahkan ketika saya bercerita tentang rencana ini pada Istri saya, dia selalu berkata bahwa saya terlihat sangat excited untuk memulai perjalanan ini. Mungkin dia melihat di mata saya bahwa ini sebenarnya saat yang saya tunggu-tunggu untuk melihat sendiri suatu negara yang katanya paling adidaya di dunia ini.

Bagian 1 – Permohonan Visa Bisnis

Dan kisah itu pun dimulai. Diawali dengan hal yang paling saya anggap merepotkan, permohonan Visa. Aplikasi permohonan visa ke AS dilakukan dengan terlebih dahulu mendaftar online, melakukan pembayaran visa via bank dan verifikasi data plus wawancara di kedubes AS di medan merdeka Jakarta Pusat. Prosesnya akan saya coba jelaskan secara detail melalui postingan berikut : Pengalaman Mengajukan Permohonan Visa ke AS.

Dalam postingan ini saya akan membahas pengalaman saya pada hari-hari awal saya berada di Amerika Serikat.

Bagian 2 – Perjalanan Menuju AS

Perlu hampir 24 jam penuh untuk mendarat di Bandara John F Kennedy (JFK) dari Jakarta. Rute yang saya tempuh melalui Tokyo untuk transit selama 2 jam dan dilanjutkan dengan perjalanan melintasi samudra Pasifik selama kurang lebih 11 jam. Ini adalah penerbangan terlama yang pernah saya alami. Sungguh pengalaman menakjubkan karena rutenya melawan perputaran bumi. Jam biologis saya sudah tidak bisa mengikuti lagi pola siang malam karena perjalanan lintas benua ini.

Tiba di bandara JFK, saya mengira akan melalui bandara seperti di filem “The Terminal” yang dibintangi Catherine Zeta Zones dan Tom Hanks. Ternyata tidak. Saya mendarat di Terminal 7 yang menurut saya terasa sangat kecil – bahkan terasa lebih kecil dari terminal di bandara Ir Djuanda di Surabaya. Setelah sampai di pintu kedatangan, saya dan rombongan perusahaan segera menuju sebuah kota bernama Allentown di Pennsylvania menggunakan van.

Perjalanan ini sangat menakjubkan, untuk pertama kalinya saya melihat pulau Manhattan dari jarak jauh. Bandara JFK terletak di pulau Brooklyn dan perjalanan menuju Allentown melalui Verrazano bridge menuju ke Staten Island dan New Jersey. Tipe bangunan, jembatan, jalanan, mobil-mobil, persis seperti gambaran yang saya tangkap melalui film-film Hollywood. Selalu ada perasaan takjub dan bersyukur ketika mengalami pengalaman baru yang akan menjadi bagian dari sejarah hidup saya.

ANA Flight Status
ANA Flight Status

USA005 USA004 USA003 USA002 USA001

Bagian 3 – Business Trip

Allentown. Kota ini bukanlah kota yang besar. Rekan kerja saya mengatakan bahwa kota ini lebih menjadi hub dari jalur logistik antar state sehingga di depan hotel saya terdapat gudang yang sangat besar dengan banyak truk logistic yang lalu lalang hampir tiap saat. Di kota ini saya menginap di sebuah hotel bernama Homewood Suites yang dimanage oleh jaringan hotel Hilton. Hotel yang cukup besar dan mewah tapi dengan pelayanan yang dibuat sederhana. Tidak ada menu special yang disediakan saat sarapan kecuali Scramble egg dan Pork Patty yang tentunya tidak saya makan. Staff hotel yang tidak banyak dan tidak adanya layanan in-room dining. Saya heran ketika staff hotel malah menawarkan beberapa menu delivery order dari restoran luar hotel yang bisa dikirim langsung ke kamar.

USA009 USA010 USA0012 USA0011

Di sela kunjungan bisnis, saya menyempatkan diri mencoba restoran beberapa restoran lokal seperti Texas Road House yang menyajikan berbagai macam menu Steak. Saya juga mencoba restoran bernama Applebees yang menyajikan berbagai menu makanan keluarga Amerika Serikat. Seperti yang saya kira, porsinya cukup besar untuk saya dan kebanyakan orang Asia. Kami juga sangat disarankan untuk memberi uang tip kepada pelayan restoran. Bahkan panduan besaran tip nya pun dicantumkan di struk pembelian ini.

USA0016
Struk pembelian beserta keterangan Tip

USA0013 USA0014

Saya sangat heran ketika saya tidak melihat satupun sarana transportasi publik seperti bis dan taksi di kota ini. Saya pun diberi tahu bahwa hampir semua orang menggunakan kendaraan pribadi dan taksi hanya bisa dipesan dari kota tetangga yang membuat tarifnya menjadi mahal jika sekedar berkendara ke sekitaran Allentown. Untungnya hotel tempat saya menginap menyediakan layanan free shuttle ke beberapa tujuan seperti restoran atau groceries dengan jarak tertentu dari hotel. Tidak begitu jauh, tapi cukup untuk mengantarkan saya dan rombongan untuk mengisi waktu diner ke restoran terdekat.

Tidak banyak hal menarik dari kota ini kecuali pengalaman pertama saya ke jaringan departemen store Walmart. Toko ini bisa dibilang ekuivalen nya Carefur atau Hypermat di AS. Yang menarik bagi saya adalah mereka menyediakan semacam Electric Shopping Cart yang bisa dinaiki oleh pembeli. Alat ini disediakan bagi penyandang disabilitas untuk mempermudah dalam berbelanja tapi saya pikir ini juga sangat bermanfaat bagi penyandang obesitas. Saya melihat sendiri seorang bapak yang memiliki berat jauh diatas normal menggunakan alat ini berkeliling di area Walmart. Foto yang saya ambil dari google ini bisa menunjukan seperti apa alat itu.

USA0017
Electric Shopping Cart

Obesitas merupakan salah satu isu nasional di Amerika. Saya melihat banyak sekali orang-orang yang memiliki berat diatas normal hampir di setiap tempat yang saya kunjungi di AS. Rekan kerja saya berkata bahwa “Everything is big in America”. Maksudnya, semua hal di Amerika berukuran besar, dari mulai orangnya, rumah, mobil, jalan dan terutama menu makanan. Memang, semua menu yang saya pesan selalu berukuran diatas rata-rata porsi makanan di Asia, bahkan di Eropa seperti yang rekan kerja saya ceritakan. Mungkin inilah yang menyebabkan warga AS mengkonsumsi kalori lebih banyak dari yang dibutuhkan dan akibatnya obesitas menjadi masalah nasional.

USA0015
Buffalo Burger rekomendasi rekan.

Hal yang saya pelajari dari budaya barat adalah mudahnya menjalin komunikasi dengan orang yang belum kita dikenal. Budaya ini terutama saya rasakan di kantor dimana saya bekerja, dan tempat-tempat yang pernah saya kunjungi dimana banyak komunitas barat di dalamnya – termasuk di Allentown ini. Pada suatu waktu saya sedang menganti untuk membayar sebotol jus di sebuah departemen store. Di depan saya ada seorang ibu yang juga mengantri sambil membawa shopping cart yang penuh dengan bahan kebutuhan sehari-hari. Seketika si ibu itu melihat saya yang hanya membawa sebotol jus dan langsung mengajak saya untuk melewati antrian dia karena dia pikir saya tidak harus menunggu lama hanya untuk mebayar sebotol jus sedangkan belanjaan yang akan dia bayar jauh lebih banyak dibandingkan saya. Menyadari niat baiknya, saya pun berterimakasih dan memulai percakapan tentang berbelanja. Dia berceritra bahwa anggota keluarganya banyak sehingga dia perlu mebeli banyak barang di hari itu.

Dalam percakapan itu, saya tidak merasa ada batasan keasingan dan perberbedaan warna kulit, saya tetap merasakan rasa saling menghormati dan mau mendengar. Kesadaran si ibu dan kemauannya untuk berkomunikasi dengan saya membuat saya terbangun dan semakin menyadari bahwa Negara Amerika Serikat pun terdiri dari manusia-manusia yang …. Manusiawi. Memiliki kebutuhan untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang sekitar. Memiliki sifat dasar untuk peduli dan memahami lingkungannya.

Giant Store
Giant Store

Electric Shopping Cart dan kepedulian seorang ibu adalah dua pelajaran yang menurut saya paling berkesan selama saya berada di Allentown. Mungkin sederhana diantara banyak hal baru yang saya lihat. Tapi itulah, menurut saya, contoh kecil yang mewakili peradaban sebuah Negara.

 

Bersambung ke part II.

Advertisements

7 thoughts on “Berkunjung ke Negeri Paman Sam – Part I

  1. Waaahhh, kereeeen, sekarang malah dapat tugas ke AS… ^_^ b

    Cerita2 perjalanan semacam ini memang menarik untuk disimak mas,, Terus menulis ya… 🙂

    Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

  2. Asik banget. Iya ternyata pas bergaul sama orang Amerika asli, pandangan tentang rasisme & sikap anti muslim yang sering kedenger di media ngga terbukti. Dulu sempet ketemu orang NY di Tokyo & Seoul, ramah dan ngga ada judgement sama sekali.

    *dulu pas ngomen postingan tentang tokyo disney sea di blog ini, akhirnya beberapa tahun kemudian saya bisa ngerasain ke sana. Semoga dengan ngomenin yang artikel ini juga bisa beneran ke Amrik suatu saat nanti 😀 Nuhun sharing-annya. Ditunggu kelanjutan ceritanya.

  3. Hi, jadi kalo ke liberty gak perlu beli tiket online-nya ya? November ini saya kebetulan dapat tugas ke NYC dan pengen banget ngeliat liberty yang fenomenal. Mohon info detailnya ya mas. Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s