Pengalaman Mengajukan Permohonan Visa ke Amerika Serikat

Sebagai bagian dari sharing tentang Berkunjung ke Negeri Paman Sam, dalam posting ini saya ingin berbagi tentang pengalaman saya mengajukan permohonan visa ke Amerika Serikat. Saya selalu merasa bahwa pengurusan visa sangat merepotkan – terlebih untuk visa ke Amerika Serikat. Mungkin memang benar begitu, untungnya saya mengajukan visa melalui jalur perjalanan bisnis sehingga persyaratan dokumen pendukungnya bisa lebih sederhana. Mungkin pengalaman ini akan berbeda bagi pembaca yang ingin mengajukan visa non bisnis. Oleh karena itu, mohon jadikan posting ini sebagai gambaran umum saja dan selalu mengecek prosedur pengajuannya langsung ke website permohonan visa AS di (http://www.ustraveldocs.com/id/id-niv-visaapply.asp)

Baca juga : Pashmina instan by ellumi_clo

Secara umum, aplikasi permohonan visa ke AS dilakukan dengan terlebih dahulu mendaftar online, melakukan pembayaran visa via bank dan verifikasi data plus wawancara di kedubes AS di medan merdeka Jakarta Pusat.

Jenis visa yang saya ajukan adalah visa B-1/ B-2 yaitu visa yang digunakan untuk tujuan kunjungan bisnis atau wisata.

Pendaftaran Online & Pembayaran Biaya Aplikasi

Hal pertama yang saya lakukan adalah pendaftaran online. Cukup banyak informasi pribadi yang harus kita rekam disini. Contoh informasi yang diminta adalah : Data diri dan keluarga inti, pendidikan, pekerjaan dan rencana perjalanan. Hal yang memudahkan dalam pendaftaran visa Amerika adalah kita tidak memerlukan bukti pemesanan tiket – cukup informasi tentang rencana perjalanan termasuk tiket pesawat dan akomodasi saja. Kita juga harus menyiapkan foto Visa karena kedubes hanya menerima foto yang diambil maksimal 6 bulan sebelum aplikasi visa. Format foto pun harus sesuai panduan dari kedubes AS yang bisa didapat dari link diatas. Dari pendaftaran online ini kita akan mendapat printout lembar aplikasi visa yang disertai Bar Code nomor aplikasi visa. Pendaftaran online dilakukan melalui link berikut (https://ceac.state.gov/genniv/)

Setelah pendaftaran online selesai, saya diharuskan membayar biaya aplikasi visa melalui Bank Standard Chartered atau Bank Permata. Perlu diperhatikan bahwa tidak semua cabang Bank Permata bisa menerima pembayaran aplikasi visa ke US. Olehkarena itu saya harus melihat daftar rekanan bank yang menerima pembayaran visa melalui link berikut. (http://www.ustraveldocs.com/id/id-loc-bank.asp). Pembayaran juga hanya bisa dilakukan tunai di bank kecuali bagi pemohon yang memiliki rekening Bank Permata karena tersedia opsi pembayaran online. Ini sangat merepotkan mengingat tidak banyak cabang Bank Permata atau Standard Chartered yang bisa digunakan sebagai tempat membayar biaya pengajuan visa.

Pembayaran visa dilakukan dengan membawa passport, summary pendafaran online dan US Visa Deposit Slip. Biaya pendaftaran untuk visa B-1/B-2 pada saat saya mendaftar adalah USD 160 dan dikonversikan ke rupiah menjadi sekitar 1.8 juta rupiah,

Hal yang perlu diperhatikan dalam pembayaran aplikasi visa adalah US Visa Deposit Slip. Biaya aplikasi visa dipatok dalam satuan dollar, US Visa Deposit Fee adalah slip informasi biaya visa dalam mata uang local (dalam kasus saya Rupiah) yang jumlah nya berubah-rubah sesuai nilai tukar mata uang local terhadap USD. Kita harus mencetak slip ini dari situs aplikasi visa dan membawanya pada saat pembayaran di bank. Perlu diperhatikan juga bahwa seringkali kita tidak bisa mengakses halaman US Visa Deposit Slip ini. Atau dalam kasus saya, tidak ada nominal dalam rupiah yang tertera di situs deposit slipnya. Jika hal ini terjadi, kita harus menunggu beberapa saat dan mengakses kembali website sampai nilai nominal terlihat dan bisa dicetak. Informasi pembayaran aplikasi visa bisa diakses di link berikut (http://www.ustraveldocs.com/id/id-niv-paymentinfo.asp)

4-6 jam setelah pembayaran visa tercatat di bank, saya baru bisa melakukan penjadwalan wawancara di kedubes AS Jakarta. Penjadwalan dilakukan melalui halaman berikut http://cgifederal.secure.force.com/. Pada tahapan ini saya diberikan informasi log in penjadwalan wawancara oleh perusahaan dimana saya bekerja. Sepertinya kantor saya sudah memiliki kerjasama pemrosesan visa – at least pada tahapan penjadwalan wawancara. Mungkin inilah yang dimaksud dengan kategori business visa program yang diadakan kedubes untuk mempermudah pengajuan visa perusahaan terdaftar (http://www.ustraveldocs.com/id/id-svc-businessvisaprogram.asp)

Untuk yang belum memiliki log in sepertinya diharuskan membuat account terlebih dahulu pada link yang sama. Jadwal wawancara yang tersedia bagi saya tepat hari keempat setelah saya mengajukan jadwal wawancara online. Saya tidak tahu berapa lama waktu tunggu wawancara jika saya tidak menggunakan log in yang disediakan kantor saya. Wawancara dibagi dua shift, jam 7 dan jam 9 pagi. Saat itu saya mendapat slot di jam 9 pagi dan tim kantor menyarankan saya untuk hadir di lokasi jam 8 untuk menghindari antrian.

Wawancara

Hari H wawancara diawali dengan mengantri untuk masuk ke kedubes AS. Sesuai shift yang tertera di lembar perjanjian wawancara, semua pemohon visa menunggu giliran untuk masuk ke area kedubes. Menurut saya, area kedubes untuk pengajuan visa terbagi menjadi 3 yaitu Security screening, Verifikasi data, Biometrik dan Wawancara.

Area pertama – security screening dan penitipan barang. Pemeriksaan dilakukan sangat ketat. Pemohon tidak diperbolehkan membawa alat elektronik apapun (handphone, tablet, bahkan USB stik!). Sepertinya semua barang yang berpotensi menjadi senjata atau alat spionase harus dititipkan di area ini. Kita juga tidak diperbolehkan membawa makanan dan minuman . Tapi jangan khawatir, di dalam tersedia stan penjual sarapan seperti sandwich dan nasi kuning dari Ranch Market walau tidak gratis. Dispenser air minum disediakan secara gratis dan bisa kita akses kapanpun.

Area kedua adalah loket verifikasi data di pendaftaran online. Disini dengan ramahnya saya diwawancarai staff berkebangsaan Indonesia untuk memastikan data yang saya inputkan secara online sudah lengkap. Disini juga saya mendapat nomor grup wawancara yang digunakan untuk antrian ke area selanjutnya. Saya melihat ada seorang ibu yang verifikasi datanya gagal karena menggunakan foto yang tidak seuai kriteria. Petugas loket verifikasi data pun menyarankan sang ibu untuk membuat foto terbaru di studio foto terdekat berhubung masih ada waktu yang cukup sebelum jadwal wawancara berakhir.

Area selanjutnya adalah area rekam biometric dan wawancara. Di area ini ke sepuluh sidik jari tangan saya direkam untuk dimasukan ke database kedutaan. Prosesnya perekaman data tidak memerlukan waktu lama tapi setelah itu kita harus menunggu agar dapat masuk ke antrian grup wawancara. Disini saya harus menunggu untuk dipanggil ke loket wawancara dimana sekitar 5 atau 6 orang dipanggil sekaligus dan diwawancarai perorang oleh staff kedubes AS. Pada proses ini pewawancara adalah warga Negara AS yang fasih juga berbahasa Indonesia.

Saya sangat terkejut karena staff-staff pewawancaranya sangat ramah dan simpatik terhadap setiap pemohon visa. Pertanyaan yang diajukan biasanya seputar tujuan dan rencana perjalanan, siapa kita dan siapa yang menanggung perjalanan kita. Hampir setiap wawancara diakhiri dengan ucapan selamat dan “Selamat Menikmati Perjalanan” bagi pewawancara yang berhasil mendapatkan visa. Kehangatan ini yang tidak pernah saya bayangkan dalam pengajuan visa ke Amerika Serikat.

Sekedar berbagi saja, pertanyaan yang diajukan kepada saya sangatlah standard, “apa tujuan saya ke Amerika?”, “apa pekerjaan saya dan sudah berapa lama bekerja di perusahaan sekarang?”, juga saya ingat ditanyakan “kuliah dimana?”. Menurut saya, saya tidak mengalami pertanyaan atau pemeriksaan background yang rumit dibanding beberapa pemohon visa. Saya pikir ini karena visa yang saya ajukan adalah visa bisnis dan disponsori perusahaan yang cukup dikenal. Selain itu, menurut saya stamp visa beberapa Negara sekutu AS di passport saya juga cukup membantu meyakinkan pihak kedubes bahwa saya bukanlah “ancaman keamanan” bagi Amerika Serikat. Beberapa orang yang saya amati ditanyakan hal yang sangat mendetail – seolah petugas kedubes berusaha meyakinkan dirinya bahwa cerita yang disampaikan pemohon visa adalah benar dan tanpa rekayasa. Saya pun sempat mencuri dengar beberapa wawancara dimana salah satunya sepertinya terindikasi menggunakan nama samaran yang sepertinya terdeteksi oleh kedubes AS. Pemohon visa itupun diarahkan ke loket lain dan saya tidak tahu lagi bagaimana nasib pengajuan visanya.

Jika pengajuan visa kita diterima, kita akan diberi kertas putih berupa keterangan diterimanya visa dan instruksi pengambilan visa (atau rencana pengiriman visa jika kita memilih opsi ini). Jika visa kita ditolak, kita akan diberi kertas merah. Jika diperlukan data pelengkap makan kita akan diberi kertas berwarna biru. Kepastian status visa langsung didapat tepat setelah wawancara dilakukan.

Selesai

Diperlukan waktu 3 hari kerja sampai visa selesai dicetak dan dapat diambil atau dikirimkan ke alamat kita sesuai yang kita minta. Alhamdulillah saya langsung diberi kertas putih dan instruksi untuk mengambil visa di RPX di daerah Kuningan karena saya memilih opsi pengambilan langsung visa.

Begitulah proses pengajuan visa ke Amerika Serikat. Bagi saya, diperlukan sekitar seminggu setengah semenjak melakukan pendaftaran online pengajuan visa. Proses ini tidak begitu rumit bagi saya, mungkin karena visa yang saya ajukan bertujuan bisnis, dilengkapi dengan tujuan yang sudah jelas dan didukung oleh perusahaan multi nasional yang dikenal oleh kedubes AS. Ceritanya mungkin berbeda dengan mereka yang mengajukan visa untuk sekolah atau berwisata.

Baca juga : Pashmina instan by ellumi_clo

 

20 thoughts on “Pengalaman Mengajukan Permohonan Visa ke Amerika Serikat

  1. Hello pak achmad.
    Saya mau tanya. Misal saya mau ambil visa liburan, dan di sponsori oleh saudara. Apa saja dokumen yang dibutuhkan? Yang perlu dilengkapi saudara saya yang di amerika.

    Terima kasih.

    Salam,
    Jelita.

    1. Hi Jelita, penelusuran singkat saya gak ngasih info detail untuk dokumen-dokumennya, tapi seinget saya, harus disediain dokumen2 yang bikin kedubes percaya bahwa (1) kita bener2 mau mengunjungi saudara, (2) kita mampu membiayai perjalanan sampai balik lagi ke indonesia. Biasanya sih dalam bentuk saldo tabungan, “KTP” saudara di Amerika beserta keterangan gaji n tabungannya, rencana perjalanan.

      Info dari kedubes bisa diliat di link berikut :

      http://www.ustraveldocs.com/id/id-niv-typeb1b2.asp
      http://travel.state.gov/content/visas/english/visit/visitor.html#documentation

      1. Pak ahmad..klo kita menggunakan jasa travel apa kita jg harus datang sendiri ke US embassy untuk interview?

      2. Mbak Yuli. Umumnya semua musti datang sendiri ke wawancara kecuali beberapa orang seperti yng berusia dibawah 14 taun atau diatas 80 taun. Selengkapnya dihttp://indonesian.jakarta.usembassy.gov/mobile//id/visas/niv_faq.html#2

  2. Halo pak ,
    saya mau apply visa untuk liburan bulan july ini .
    saya mau print Deposit Slipnya tetapi saat saya buka pada tgl 11/1 tidak ada nilai dalam rupiah dan tidak tertera tanggal expired banknya , lalu saya tunggu sampai tgl 12/1 tetapi tetap terjadi hal yang sama .
    tolong informasinya , Thankyou pak

    salam,
    Anthony

    1. Pak Anthony, mohon maaf kalau jawabnya telat. Saya juga ngalamin hal yang sama.. jadi sebenernya kita bisa cek tiap setengah jam dan gak perlu nunggu sehari. Petugas bank juga bilang gitu.

  3. hi,pak achmad saya mau apply visa tapi saya agak bingung visa mana yg hrs saya pilih,soalnya saya apply visa untuk tinggal dengan suami saya disana (dia tinggal di virginia)tp suami saya bukan warga amerika tp warga trinidad yg tinggal dan bekerja disana( suami saya masih warga trinidad)

    1. Mbak Fitri mohon maaf saya gak kompeten untuk jawab pertanyaannya. Mungkin bisa coba cek via web kedubes siapa tau ada call center di kedubes yang bisa bantu konfirmasi.

  4. halloo pak achmad
    saya mau bertanya, saya kan daftar lewat online, kemudian saya sudah melengkapi semua yang harus di isi, kemudian yang saya bingung kita dapat USA Visa Fee Deposit Slip/ bank copy darimana ?
    terima kasih pak.
    wildan

  5. Hallo Pak ahmad.. Berapa nominal uang yg yg harus kita miliki di Bank? Apa kita jg harus membeli flight ticket dulu sblm apply visa?

  6. Pak sya mau tny. Sya intrw sudah dpt kertas warna putih untuk kebutuhan berlayar.tp sudah 2 bln visa sya blm dkirim k agent itu knp y pak n solusi ny bagaimana y? Thx sblm ny

    1. Pak Herman saya gak begitu pahan klo soal visa pelayaran siapa tau beda prosesnyaa. Saran saya coba kontak petugas kedutaan atau kantor RPX yg di kuningan siapa tau bisa menjawab. Pengalaman saya untuk visa Jepang, mereka bantu kalo kita mau tanya status pembuatan visanya. Trims

  7. Hay Pak Achmad, saya baru saja membaca pengalaman bapak dan sangat menarik sekali.
    kebetulan saya ada rencana ke Amerika tahun ini, saya ada teman disana, dan akan ditanggung biaya hidup selama disana.
    Untuk membuat keterangan sponsor harus seperti apa pak?
    dan perlu kah mem-Print saldo tabungan terakhir?
    dan jika diharuskan Print saldo terakhir kira kira harus menyiapkan nominal berapa untuk berlibur sekitar 3/4 hari?
    Terimakasih Pak

    1. Halo mbak Wulan, Terimakasih. Saya kurang paham dengan persyaratannya tapi sepintas saya baca di internet informasi soal sponsor bisa dimasukin dalam form DS 160. Kalo memang bisa sediain surat sponsor sebaiknya dibuat aja untuk jaga2. Sama halnya dengan informasi finansial si sponsor, di web http://ustraveldocs.com/id_bi/id-gen-faq.asp ada info dokumen yang mendukung kemampuan finansial applicant, mungkin dokumen2 ini juga diperluin untuk ngedukung info finansialnya si sponsor.
      “Bukti terbaru atas pendapatan, pembayaran NPWP, kepemilikan properti atau badan usaha, atau aset; buku tabungan atau rekening koran; surat keterangan bank atau deposito; ”
      Untuk saldo setau saya gak ada informasi pastinya jadi baiknya coba aja diitung biaya akomodasi, makan n jalan2 + biaya darurat slama disana.

      Situs dibawah juga mungkin ngebantu soal pertanyaan seputar sponsor.
      http://www.immihelp.com/visitor-visa/sponsor-visitors-visa-usa-faq.html

  8. Selamat siang pak Achmad!

    Mau nanya, apakah untuk apply harus punya/menunjukkan slip gaji? kalo status saya mahasiswa dan belum bekerja, bagaimana? apa bisa hanya dengan print out saldo tabungan pribadi? dalam hal ini misalnya dana saya di support oleh orang tua. Terima kasih, ditunggu jawabannya 🙂

  9. halo pak achmad minta info nya dong hehehhe kalo pengusaha apa perlu bikin surat untuk pengajuan ke dubes amerika untuk mendapat kan visa amerika dan ke 2 orang tua dulu gelap tetapi sudah dpt green card amerika apa bisa lolos pak terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s