Berkunjung ke Negeri Paman Sam – Part 3

Lanjutan dari Part 2

Penjelajahan kota hari pertama memang lumayan banyak jika dilihat dari waktu yang saya miliki semenjak Check In di hostel. Dari hari pertama saja, mulai banyak hal-hal yang mulai saya pelajari mengenai kota New York dan penduduknya. Dimulai dari infrastrukturnya, tata kotanya dan orang-orangnya.

Saya melihat ada berbagai etnis penduduk new York yang lalu lalang di kota ini. Memang Amerika Serikat banyak dibilang sebagai “Land of Freedom” dimana semua orang bebas mengadu nasib selama mengikuti aturan-aturan yang berlaku di Negara ini. Aturan-aturannya pun tentunya mencerminkan kebebasan sehingga “katanya” tidak diskriminatif.

Lower Manhattan
Lower Manhattan

Berbicara mengenai ragam etnis di kota New York, sejarahnya bisa ditelusuri berabad-abad lalu disaat Amerika Serikat masih merupakan benua yang baru ditemukan. Pada saat itu banyak orang dari berbagai belahan dunia berusaha lari dari tirani, bencana alam, dijadikan budak, atau sekedar mencari petualangan ke benua Amerika. Saya tidak akan, dan tidak sanggup, membahas keseluruhan sejarah terbentuknya peradaban Amerika modern. Tapi, saya ingin bercerita mengenai salah satu ikon sejarah paling populer yang merepresentasikan Negara Amerika Serikat yang saya kunjungi di hari kedua saya di kota New York, Patung Liberty.

Bagian 1 – Patung Liberty

Patung Liberty berdiri megah setinggi 46 m dan terletak di pulau bernama Liberty Island. Patung ini diresmikan pada 28 Oktober 1886 sebagai hadiah dari bangsa Perancis untuk Amerika Serikat. Patung liberty menggambarkan Libertas, dewi kebebasan Romawi, yang memegang obor dan “buku” dimana tertulis tanggal deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat, 4 Juli 1776 – Sebuah simbol kebebasan dan ikon Amerika Serikat. Dalam konteks keimigrasian, patung Liberty menyambut jutaan imigran yang bermigrasi ke kota New York dikarenakan terletaknya pos keimigrasian di pulau Ellis di dekat patung Liberty.

USAp3_025
Liberty Statue

Semenjak saya mendapat kepastian untuk berkunjung ke New York, saya menempatkan Patung Liberty dalam list kunjungan saya. Saya memilih untuk berkunjung di pagi-siang hari agar cuaca cerah dan nyaman untuk berjalan-jalan. Tiket ferry ke Liberty Island dimana patung Liberty berada juga sudah merupakan paket dari New York City Pass yang sudah saya persiapkan. Dari hostel, saya berangkat ke Battery Park dimana Perahu-perahu yang dikelola Statue Cruise memulai perjalanan ke Liberty Island lalu ke Ellis Island dan kembali ke Battery Park. Perahu yang saya naiki bernama “Miss Freedom”. Perahu yang tampak tidak terlalu modern namun bersih dan rapih ini menampung Antara 100-200 orang sekali jalan dan menempuh kira-kira 15 menit untuk tiba di pemberhentian pertama yaitu Liberty Island. Meskipun cuaca cukup panas, saya duduk di deck atas agar mendapat pemandangan penuh ke segala sisi kapal selama berlayar ke Liberty Island.

Perjalanan menuju Liberty Island sendiri merupakan hal yang cukup menakjubkan. Pilihan untuk berangkat pagi memang tepat, saya bisa melihat landscape indah kota ke arah Manhattan dan New Jersey tanpa tertutup kabut pekat seperti saat berkunjung ke Empire State Building. Pandangan ke utara adalah landscape perkotaan, pandangan ke selatan adalah patung Liberty dan Ellis Island, pandangan ke sekitar? Adalah sesama turis dari berbagai Negara dengan berbagai Bahasa dan dialek. Saya tidak merasa asing karena banyak sekali orang yang asing terhadap New York juga berada di kapal ini.

Tiba di Liberty Island, saya dan turis-turis lainnya diarahkan ke pos peminjaman Alat Audio Tour – Gratis!! Dengan alat ini kita tidak membutuhkan seorang guide untuk menjelaskan hal-hal menarik seputar Patung Liberty selama menjelajahi pulau ini. Saya pun meminjam satu alat dan merasakan manfaatnya slama mengelilingi pulau. Liberty Island bukan pulau yang besar, jika saya ingat lagi, saya menghabiskan kira-kira 30 menit berjalan santai plus foto-foto mengelilingi pulau ini. Sebenarnya saya bisa memasuki patung dan naik le level tertentu dengan membayar tiket terusan – tapi tiket ini tidak ditanggung New York City pass jadi saya rasa melihat patung dari luar saja sudah cukup.

Setelah puas menjelajahi pulau ini, saya berkunjung ke toko souvenir untuk memberi souvenir-souvenir khas amerika khususnya yang bernuansa patung Liberty. Ditambah beberapa saat waktu untuk sarapan dan minum kopi sambil menikmati panorama seputar pulau, saya menghabiskan waktu kira-kira 2 jam dari semenjak sampai di pulau ini. Saya pun melanjutkan perjalanan menggunakan Ferry ke Ellis Island, yang sekarang merupakan Museum keimigrasian kota New York.

Di Ellis Island terdapat sebuah gedung besar, antik dan dipertahankan sebagai musium sejarah imigrasi Amerika Serikat khususnya kota New York. Didalamnya ada Display poster-poster yang menceritakan kegiatan Imigrasi dari mulai ditemukannya benua amerika hingga masa kini, poster-poster itu tentunya dibuat menarik dan indah dilihat disertai beberapa dekorasi peraga yang membuat musium ini layak untuk dikunjungi. Di lantai kedua, terdapat aula yang dulu digunakan sebagai tempat pendaftaran para imigran. Didalam aula ini juga disimpat replika buku catatan imigrasi yang berisi daftar imigran-imigran yang tiba di kota New York. Walau tidak semenarik/terkenal seperti Patung Liberty, saya rasa sangat layak untuk meluangkan waktu berkunjung ke pulau ini.

Welcome to Ellis Island
Welcome to Ellis Island

Petualangan saya menjelajahi Patung Liberty memberikan kesan khusus bagi saya. Patung Liberty dan Ellis Island adalah salah satu ikon yang cukup mengena dalam adegan-adegan di filem The Godfather 2. Di filem ini, diceritakan bagaimana Don Corleone bermigrasi dari Sicillia demi menyelamatkan diri dari bos Mafia yang membunuh kedua orang tuanya. Beberapa adegan di film menggambarkan bagaimana Corleone kecil tiba di New York dan melihat Patung Liberty kemudian didata di Ellis Island. Memang bukan Korea saja yang bisa membuat seseorang ingin mengunjungi suatu tempat karena terinspirasi filemnya.

Don Corleone & Liberty Tower
Don Corleone & Liberty Tower

Hari kedua diisi dengan petualangan ke berbagai tempat menarik. Mungkin akan menjadi artikel yang sangat panjang dan semakin tidak menarik jika saya menceritakan satu per satu secara detail jadi saya coba tuliskan kesan singkatnya saja.

Bagian 2 – Rangkuman Hari Kedua

Liberty Statue Island & Elis Island

Wall Street. Pusat kedigdayaan ekonomi amerika serikat. Menurut saya tempat ini bagaikan “Pentagon” nya finansial amerika serikat dimana pasar modal dunia dikontrol di daerah ini.

The Wall Street
The Wall Street

WTC Memorial Museum. Musium yang dibangun di lokasi bekas reruntuhan World Trade Center. Sayang saya tidak mendapat tiket masuk karena banyaknya peminat musium yang baru dibuka untuk umum beberapa hari sebelum saya tiba. Saya sangat terkejut karena lingkungan sekitar WTC ternyata sangat padat. Tidak lapang dan luas seperti jalan Sudirman-Thamrin Jakarta. Keruntuhan gedung di 2001 pasti sangat merepotkan dan mempengaruhi daerah sekitarnya.

National September 11 Memorial & Museum
National September 11 Memorial & Museum

HBO Store. Satu-satunya tempat yang saya tau untuk membeli Merchendise serial Game of Throne. Beberapa tahun belakangan saya jadi penggemar setianya.

HBO Store NYC
HBO Store NYC

Metropolitan Museum of Moderen Art. Melihat langsung lukisan “The Starry Night” karya Vincent Van Gogh. Saya tidak mengerti seni, tapi cukup menyenangkan melihat langsung lukisan yang banyak dijadikan wallpaper atau sumber inspirasi karya seni. Di museum ini ada berbagai macam karya seni modern. Toko souvenirnya menjual barang-barang unik yang layak untuk dikoleksi. Link Moma Store

New York MOMA
New York MOMA

Tanpa terasa petualangan di NYC sudah mencapai post bagian ke 3. Lebih banyak dari yang saya rencanakan tapi, inilah blog di dunia maya, siapapun boleh menulis apapun, kapanpun dan sebanyak apapun. Mungkin saya akan coba mengakhiri cerita NYC di post bagian ke 4…. Atau ke 5 kalau saya berubah pikiran. Yang jelas, harapan saya adalah pembaca bisa mendapat sesuatu untuk dikenang ketika membaca artikel ini. Bersambung…

Advertisements

2 thoughts on “Berkunjung ke Negeri Paman Sam – Part 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s