Menerawang Kondisi Sektor Energi Dunia Tahun 2035

 

Pernahkah kita membayangkan seperti apa kondisi supply dan demand energi dunia dua puluh tahun yang akan datang? Berapakah persentase suplai minyak dibanding suplai sumber energi lainnya seperti batu bara dan nuklir? Negara manakah yang akan memiliki pertumbuhan kebutuhan energi terbesar? Apakah bisnis di bidang energi akan tetap menjanjikan terutama ditengah kelesuan harga minyak saat ini?

Mungkin bagi sebagian besar orang, pertanyaan-pertanyaan diatas bukanlah pertanyaan yang harus serius dijawab. Akan tetapi, jawaban pertanyaan-pertanyaan diatas sangatlah penting bagi mereka yang bergerak di bidang kebijakan yang mempengaruhi orang banyak. Energi adalah tenaga penggerak yang membuat manusia dapat beraktivitas melakukan hal-hal yang harus mereka lakukan. Tanpa energi, tidak akan ada pergerakan manusia, tidak akan ada aktivitas manusia dan akhirnya mungkin tidak akan ada manusia.

Dalam konteks dunia modern, energi digunakan untuk menggerakan alat-alat yang mendukung aktivitas manusia. Energi ini ini dapat berasal dari bahan bakar fosil, seperti minyak dan gas, ataupun energi non fosil seperti tenaga angin, tenaga matahari atau tenaga nuklir. Dunia modern sangat tergantung pada ketersediaan energi untuk menunjang kelangsungan hidup manusia di dalamnya.

 bp Energy Outlook 2035

Pengetahuan tentang kondisi energi dunia sangatlah penting untuk menjamin keberlanjutan sumber energi suatu badan yang mengayomi orang banyak seperti sebuah negara atau sebuah perusahaan besar di bidang energi seperti BP. Oleh karena itu BP memiliki tim khusus yang bertugas mengamati dan memprediksi perkembangan sektor energi di masa depan. Tim ini terdiri dari pakar-pakar yang dipimpin oleh seorang ekonom bernama Spencer Dale yang pernah menjadi Direktur Eksekutif untuk Financial Stability di Bank of England. Tugas utama tim ini adalah memberikan masukan ekonomi dan pola perkembangan sektor energi dunia kepada para pembuat keputusan di BP. Tim ini memiliki tugas yang sangat besar mengingat pengaruhnya terhadap kebijakan perusahaan dengan perputaran investasi dan sumber daya yang sangat besar – hingga ratusan triliun rupiah per tahun.

Metode Studi

Salah satu buah pemikiran tim ekonom bp itu dituangkan kedalam laporan BP Energy Outlook 2035. Laporan ini merupakan hasil studi yang berusaha memprediksi skenario paling mungkin dalam perkembangan supply dan demand sektor migas 20 tahun kedepan. Dalam studi ini digunakan istilah Base Case atau asumsi dasar yang merupakan skenario paling mungkin dan mendapat porsi pembahasan terbesar. Skenario Base Case kemudian didukung dengan 3 skenario lainnya yang berusaha memprediksi kondisi sektor energi jika : Skenario 1, Laju pertumbuhan GDP yang lebih lambat dari asumsi studi, Skenario 2, penurunan emisi karbon dibutuhkan menjadi lebih cepat dan Skenario 3, Shale Oil dan Shale Gas menyimpan potensi yang lebih besar sehingga mengakibatkan porsi pertumbuhan yang lebih tinggi.

Studi Energy Outlook 2035 disajikan dengan informatif dan menurut saya akan mudah dicerna oleh orang-orang yang bergerak di sektor energi. Saya sendiri cukup salut dengan bp yang mau mengalokasikan sumberdayanya untuk berbagi hasil analisis ini. BP bahkan menyediakan data-data statistik dan pembahasan studi dengan cara yang informatif dan enak untuk dilihat. Cuplikan video dibawah memberikan poin inti dari hasil study BP Energy Outlook.

Dalam artikel kali ini saya akan mencoba menceritakan rangkuman hasil studi dalam bahasa Indonesia. Untuk informasi lengkapnya silahkan mengunjungi situs bp Energy Outlook 2035 pada halaman dibawah ini.

http://www.bp.com/en/global/corporate/energy-economics/energy-outlook-2035.html

Poin-poin utama pandangan energi 2035 pada studi bp Energy Outlook 2035 :

  • Studi Energy Outlook menggunakan asumsi Skenario Base Case yang merupakan skenario yang paling mungkin terjadi pada perkembangan sektor energi dunia. Skenario ini disusun dengan mempertimbangkan kemungkinan perkembangan di bidang regulasi & Kebijakan-kebijakan, teknologi dan ekonomi. Skenario ini didukung 3 skenario alternativ untuk memperhitungkan faktor ketidakpastian.
  • Pada skenario Base Case, GDP dunia diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2035. Akan tetapi laju pertumbuhan kebutuhan energy hanya sepertiga (+- 34%) dibanding laju pertumbuhan pada periode tahun sebelumnya. Hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya dan dikarenakan penggunaan energi yang semakin efisien.
GDP
Pertumbuhan GDP – bp Energy Outlook 2035
  • Bahan bakar fosil akan tetap menjadi urutan pertama penyokong suplai energi dunia dimana proporsinya 80% terhadap total suplai energi dunia pada tahun 2035. Bahan bakar fosil juga akan memiliki penambahan penggunaan terbesar dibanding sumber energy lainnya yaitu sebesar 60% pada tahun 2035.
Fuel Mix
Proporsi Pasokan Sumber Energi 2035 – bp Energy Outlook 2035
  • Bahan bakar gas akan menjadi sumber energi berbasis fosil yang tumbuh paling cepat dibandingkan sumber-sumber energi lainnya (1.8% p.a. dibandingkan minyak 0.9% p.a. dan batu bara 0.5% p.a.). Hal ini karena semakin melimpahnya ketersediaan gas melalui Shale Gas dan LNG dan juga karena regulasi lingkungan yang semakin mendukung energi rendah emisi.
  • Kondisi pasar di bidang minyak akan berubah menjadi lebih seimbang karena harga minyak saat ini yang murah akan meningkatkan permintaan minyak tapi sebaliknya akan mengurangi pasokan minyak.
  • Kebutuhan minyak akan meningkat sekitar 20 juta barrel/hari. Pertumbuhan akan terpusat di Asia untuk transportasi dan Industri. Pertumbuhan Shale Oil akan terus berlanjut tetapi dengan laju yang melambat.
  • Perubahan ekonomi Tiongkok akan menyebabkan pertumbuhan kebutuhan energy Tiongkok menurun secara drastis. Penurunan ini akan terjadi terutama pada energi dari batu bara yang pertumbuhannya pada 2035 diperkirakan hanya seperlima dari pertumbuhan selama 20 tahun belakangan (0.5% p.a dibandingkan 2.9 % p.a).
Coal
Pertumbuhan Sumber Energi Batu Bara – bp Energy Outlook 2035
  • Energi terbaharukan akan tumbuh dengan pesat dan diperkirakan tumbuh hampir empat kali lipat sampai tahun 2035 yaitu 285%. Khusus di bidang pembangkit listrik, energi terbaharukan akan menjadi energi dengan laju pertumbuhan terbesar ketiga dibanding sumber energi lainnya.
Renewable
Pertumbuhan Energi Terbaharukan – bp Energy Outlook
  • Laju pertumbuhan emisi karbon akan berkurang menjadi setengahnya dibanding periode 20 tahun yang lalu (0.9% p.a. dibandingkan 2.1% p.a. pada periode 20 tahun sebelumnya). Hal ini disebabkan oleh penggunaan energi yang semakin efisien dan juga perubahan distribusi penggunaan bahan bakar menjadi yang lebih rendah emisi. Akan tetapi, emisi karbon akan terus meningkat dan diperlukan langkah-langkah selanjutnya untuk mengekang perumbuhan emisi karbon.

Dari rangkuman pembahasan diatas, studi Energy Outlook 2035 bp menyajikan tiga kesimpulan utama yaitu :

  1. Kebutuhan energi global akan terus meningkat – hal ini seiring dengan peningkatan aktivitas manusia yang sejalan dengan peningkatan kondisi ekonomi dunia
  2. Distribusi penggunaan bahan bakar penyedia energi akan berubah secara signifikan – batu bara akan semakin terpuruk, energi terbaharukan akan semakin meningkat tapi minyak & gas akan stabil dan tetap menjadi yang paling dominan.
  3. Laju pertumbuhan emisi karbon dunia akan menurun secara drastis – tetapi tetap tinggi jika tidak ada regulasi yang lebih membatasi pertumbuhannya

 

Pembaca pasti bertanya-tanya apa dasar kesimpulan-kesimpulan diatas? Tentunya bp sudah melakukan studi yang solid dan dilengkapi dengan data-data yang komprehensif. Semuanya bisa didapat dari link BP Energi outlook diatas. Hal yang menarik dari studi ini adalah bp menyediakan data pembanding mengenai prediksi sektor energi dunia yang disediakan oleh beberapa lembaga ternama dunia seperti IEA dan MIT. Perbandingan beberapa parameter utama bisa dilihat pada grafik dibawah.

Comparison
Perbandingan Hasil Studi – bp Energy Outlook 2035

Keterangan : IEA : International Energy Agency, MIT : Massachusetts Institute of Technology, IEEJ : Institute of Energy Economics Japan.

Dilihat dari data diatas, sepertinya prediksi bp cukup senada dengan prediksi dari sumber-sumber lainnya. Memang ada variasi tetapi ini sangatlah lumrah karena studi prediksi selalu memiliki faktor-faktor ketidakpastian yang pengolahannya bisa sangat bergantung kepada masing-masing pelaku studi. Dalam membandingan data dengan lembaga lain, bp menyajikan beberapa keterangan yaitu :

  • Semua lembaga analis memberikan kesimpulan yang sama bahwa pertumbuhan kebutuhan energi akan disokong oleh emerging markets (negara-negara yang industrinya berkembang dengan pesat seperti Tiongkok dan India). Negara-negara maju seperti yang tergabung kedalam OECD malah menunjukan perlambatan atauh bahkan penurunan laju prtumbuhan kebutuhan energi.
  • Lembaga analis memberikan kesimpulan yang sama bahwa sumber energi gas akan memiliki pertumbuhan yang pesat. Selain itu, minyak akan tetap tumbuh dengan stabil.
  • Perbedaan prediksi diakibatkan perbedaan beberapa asumsi kunci seperti : ketersediaan dan harga suplai migas, laju pengaplikasian teknologi baru, laju pertumbuhan Tiongkok, dan dampak kebijakan seputar energi di masa datang.

 

Tanggapan penulis

Saya semakin takjub dengan luasnya cakupan diskusi seputar energi seiring saya membaca laporan bp Energy Outlook 2035. Sektor energi akan sangat bergantung pada kondisi ekonomi negara-negara yang berkembang pesat seperti Tiongkok. Kita sudah bisa melihat bagaimana kelesuan perlambatan laju pertumbuhan ekonomi Tiongkok sangat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi global. Kita juga bisa melihat bagaimana regulasi perubahan iklim bisa mendorong tumbuhnya energi terbaharukan seperti Tenaga Angin dan efisiensi kendaraan bermotor di negara-negara maju. Dan kita juga sangat merasakan dampak berlimpahnya suplai minyak akibat shale oil mengakibatkan turunnya harga bahan bakar minya. Energi memang sangat penting bagi manusia yang bahkan bisa sampai mempengaruhi tindak laku negara dalam level kebijakan internasionalnya.

Lalu bagaimana kita melihat laporan ini dalam kaitannya dengan Indonesia? Setidaknya ada beberapa poin yang ingin saya bagi.

  1. Indonesia diprediksikan masih belum bisa menaklukan dominasi Tiongkok dan India dalam skala ekonomi di kawasan Asia. Dalam laporan lebih banyak dibahas mengenai laju pertumbuhan kebutuhan energi Tiongkok dan India sebagai pendorong utama di kawasan Asia. Hal ini memang cukup jelas dengan melihat iklim sektor industri kita yang belum mumpuni untuk lompatan skala besar.
  2. Indonesia sebagai salah satu produsen batu bara yang besar harus bersiap dengan kelesuan pasar batu bara yang lebih parah lagi. Laporan studi memprediksi kalau batu bara akan terus terpuruk karena regulasi dan kesadaran mengenai emisi karbon yang meningkat dan ketatnya persaingan dengan sumber energi minyak dan gas dan energi terbaharukan. Akan tetapi batu bara masih bisa dimanfaatkan untuk pertumbuhan ekonomi nasional jika Indonesia masih bisa mentoleransi besaran emisi karbon yang dihasilkan dari sumber energi batu bara.
  3. Pasar gas akan terus tumbuh dan Indonesia memiliki kesempatan untuk mendapat porsi penyedia gas dunia. Laporan studi menjelaskan bahwa sumber energi gas akan tumbuh paling pesat dibanding sumber energi lainnya. Indonesia masih memiliki potensi cadangan gas yang menarik untuk diolah.
  4. Pasar minyak akan kembali seimbang – kita akan melihat kenaikan harga minyak ke level yang lebih rasional yang membuat eksplorasi dan produksi minyak kembali jalan dengan laju yang wajar. Kita harus bersiap menghadapi kenaikan harga BBM yang kemungkinan besar meningkatkan inflasi dan menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.

Demikianlah sharing saya tentang laporan studi bp Energy Outlook 2035. Saya harap artikel ini bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian. Silahkan manfaatkan artikel ini sebaik yang pembaca perlukan tapi mohon dicantumkan referensi terhadap blog ini agar bisa dipertanggung jawabkan seandainya ada kekeliruan di kemudian hari atas data/pendapat yang ditulis.

Referensi : bp Energy Outlook 2035 (2016 edition)

 

 

Catatan : Informasi/pendapat yang ada di blog ini dan tidak terdapat pada situs BP Energy Outlook 2035 adalah merupakan pendapat penulis dan mungkin tidak merepresentasikan pendapat/informasi dari bp.

Advertisements

One thought on “Menerawang Kondisi Sektor Energi Dunia Tahun 2035

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s