Menerawang Kondisi Sektor Energi Dunia Tahun 2035

 

Pernahkah kita membayangkan seperti apa kondisi supply dan demand energi dunia dua puluh tahun yang akan datang? Berapakah persentase suplai minyak dibanding suplai sumber energi lainnya seperti batu bara dan nuklir? Negara manakah yang akan memiliki pertumbuhan kebutuhan energi terbesar? Apakah bisnis di bidang energi akan tetap menjanjikan terutama ditengah kelesuan harga minyak saat ini?

Mungkin bagi sebagian besar orang, pertanyaan-pertanyaan diatas bukanlah pertanyaan yang harus serius dijawab. Akan tetapi, jawaban pertanyaan-pertanyaan diatas sangatlah penting bagi mereka yang bergerak di bidang kebijakan yang mempengaruhi orang banyak. Energi adalah tenaga penggerak yang membuat manusia dapat beraktivitas melakukan hal-hal yang harus mereka lakukan. Tanpa energi, tidak akan ada pergerakan manusia, tidak akan ada aktivitas manusia dan akhirnya mungkin tidak akan ada manusia.

Dalam konteks dunia modern, energi digunakan untuk menggerakan alat-alat yang mendukung aktivitas manusia. Energi ini ini dapat berasal dari bahan bakar fosil, seperti minyak dan gas, ataupun energi non fosil seperti tenaga angin, tenaga matahari atau tenaga nuklir. Dunia modern sangat tergantung pada ketersediaan energi untuk menunjang kelangsungan hidup manusia di dalamnya.

 bp Energy Outlook 2035

Pengetahuan tentang kondisi energi dunia sangatlah penting untuk menjamin keberlanjutan sumber energi suatu badan yang mengayomi orang banyak seperti sebuah negara atau sebuah perusahaan besar di bidang energi seperti BP. Oleh karena itu BP memiliki tim khusus yang bertugas mengamati dan memprediksi perkembangan sektor energi di masa depan. Tim ini terdiri dari pakar-pakar yang dipimpin oleh seorang ekonom bernama Spencer Dale yang pernah menjadi Direktur Eksekutif untuk Financial Stability di Bank of England. Tugas utama tim ini adalah memberikan masukan ekonomi dan pola perkembangan sektor energi dunia kepada para pembuat keputusan di BP. Tim ini memiliki tugas yang sangat besar mengingat pengaruhnya terhadap kebijakan perusahaan dengan perputaran investasi dan sumber daya yang sangat besar – hingga ratusan triliun rupiah per tahun.

Metode Studi

Salah satu buah pemikiran tim ekonom bp itu dituangkan kedalam laporan BP Energy Outlook 2035. Laporan ini merupakan hasil studi yang berusaha memprediksi skenario paling mungkin dalam perkembangan supply dan demand sektor migas 20 tahun kedepan. Dalam studi ini digunakan istilah Base Case atau asumsi dasar yang merupakan skenario paling mungkin dan mendapat porsi pembahasan terbesar. Skenario Base Case kemudian didukung dengan 3 skenario lainnya yang berusaha memprediksi kondisi sektor energi jika : Skenario 1, Laju pertumbuhan GDP yang lebih lambat dari asumsi studi, Skenario 2, penurunan emisi karbon dibutuhkan menjadi lebih cepat dan Skenario 3, Shale Oil dan Shale Gas menyimpan potensi yang lebih besar sehingga mengakibatkan porsi pertumbuhan yang lebih tinggi.

Studi Energy Outlook 2035 disajikan dengan informatif dan menurut saya akan mudah dicerna oleh orang-orang yang bergerak di sektor energi. Saya sendiri cukup salut dengan bp yang mau mengalokasikan sumberdayanya untuk berbagi hasil analisis ini. BP bahkan menyediakan data-data statistik dan pembahasan studi dengan cara yang informatif dan enak untuk dilihat. Cuplikan video dibawah memberikan poin inti dari hasil study BP Energy Outlook.

Dalam artikel kali ini saya akan mencoba menceritakan rangkuman hasil studi dalam bahasa Indonesia. Untuk informasi lengkapnya silahkan mengunjungi situs bp Energy Outlook 2035 pada halaman dibawah ini.

http://www.bp.com/en/global/corporate/energy-economics/energy-outlook-2035.html

Poin-poin utama pandangan energi 2035 pada studi bp Energy Outlook 2035 :

  • Studi Energy Outlook menggunakan asumsi Skenario Base Case yang merupakan skenario yang paling mungkin terjadi pada perkembangan sektor energi dunia. Skenario ini disusun dengan mempertimbangkan kemungkinan perkembangan di bidang regulasi & Kebijakan-kebijakan, teknologi dan ekonomi. Skenario ini didukung 3 skenario alternativ untuk memperhitungkan faktor ketidakpastian.
  • Pada skenario Base Case, GDP dunia diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2035. Akan tetapi laju pertumbuhan kebutuhan energy hanya sepertiga (+- 34%) dibanding laju pertumbuhan pada periode tahun sebelumnya. Hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya dan dikarenakan penggunaan energi yang semakin efisien.
GDP
Pertumbuhan GDP – bp Energy Outlook 2035
  • Bahan bakar fosil akan tetap menjadi urutan pertama penyokong suplai energi dunia dimana proporsinya 80% terhadap total suplai energi dunia pada tahun 2035. Bahan bakar fosil juga akan memiliki penambahan penggunaan terbesar dibanding sumber energy lainnya yaitu sebesar 60% pada tahun 2035.
Fuel Mix
Proporsi Pasokan Sumber Energi 2035 – bp Energy Outlook 2035
  • Bahan bakar gas akan menjadi sumber energi berbasis fosil yang tumbuh paling cepat dibandingkan sumber-sumber energi lainnya (1.8% p.a. dibandingkan minyak 0.9% p.a. dan batu bara 0.5% p.a.). Hal ini karena semakin melimpahnya ketersediaan gas melalui Shale Gas dan LNG dan juga karena regulasi lingkungan yang semakin mendukung energi rendah emisi.
  • Kondisi pasar di bidang minyak akan berubah menjadi lebih seimbang karena harga minyak saat ini yang murah akan meningkatkan permintaan minyak tapi sebaliknya akan mengurangi pasokan minyak.
  • Kebutuhan minyak akan meningkat sekitar 20 juta barrel/hari. Pertumbuhan akan terpusat di Asia untuk transportasi dan Industri. Pertumbuhan Shale Oil akan terus berlanjut tetapi dengan laju yang melambat.
  • Perubahan ekonomi Tiongkok akan menyebabkan pertumbuhan kebutuhan energy Tiongkok menurun secara drastis. Penurunan ini akan terjadi terutama pada energi dari batu bara yang pertumbuhannya pada 2035 diperkirakan hanya seperlima dari pertumbuhan selama 20 tahun belakangan (0.5% p.a dibandingkan 2.9 % p.a).
Coal
Pertumbuhan Sumber Energi Batu Bara – bp Energy Outlook 2035
  • Energi terbaharukan akan tumbuh dengan pesat dan diperkirakan tumbuh hampir empat kali lipat sampai tahun 2035 yaitu 285%. Khusus di bidang pembangkit listrik, energi terbaharukan akan menjadi energi dengan laju pertumbuhan terbesar ketiga dibanding sumber energi lainnya.
Renewable
Pertumbuhan Energi Terbaharukan – bp Energy Outlook
  • Laju pertumbuhan emisi karbon akan berkurang menjadi setengahnya dibanding periode 20 tahun yang lalu (0.9% p.a. dibandingkan 2.1% p.a. pada periode 20 tahun sebelumnya). Hal ini disebabkan oleh penggunaan energi yang semakin efisien dan juga perubahan distribusi penggunaan bahan bakar menjadi yang lebih rendah emisi. Akan tetapi, emisi karbon akan terus meningkat dan diperlukan langkah-langkah selanjutnya untuk mengekang perumbuhan emisi karbon.

Dari rangkuman pembahasan diatas, studi Energy Outlook 2035 bp menyajikan tiga kesimpulan utama yaitu :

  1. Kebutuhan energi global akan terus meningkat – hal ini seiring dengan peningkatan aktivitas manusia yang sejalan dengan peningkatan kondisi ekonomi dunia
  2. Distribusi penggunaan bahan bakar penyedia energi akan berubah secara signifikan – batu bara akan semakin terpuruk, energi terbaharukan akan semakin meningkat tapi minyak & gas akan stabil dan tetap menjadi yang paling dominan.
  3. Laju pertumbuhan emisi karbon dunia akan menurun secara drastis – tetapi tetap tinggi jika tidak ada regulasi yang lebih membatasi pertumbuhannya

 

Pembaca pasti bertanya-tanya apa dasar kesimpulan-kesimpulan diatas? Tentunya bp sudah melakukan studi yang solid dan dilengkapi dengan data-data yang komprehensif. Semuanya bisa didapat dari link BP Energi outlook diatas. Hal yang menarik dari studi ini adalah bp menyediakan data pembanding mengenai prediksi sektor energi dunia yang disediakan oleh beberapa lembaga ternama dunia seperti IEA dan MIT. Perbandingan beberapa parameter utama bisa dilihat pada grafik dibawah.

Comparison
Perbandingan Hasil Studi – bp Energy Outlook 2035

Keterangan : IEA : International Energy Agency, MIT : Massachusetts Institute of Technology, IEEJ : Institute of Energy Economics Japan.

Dilihat dari data diatas, sepertinya prediksi bp cukup senada dengan prediksi dari sumber-sumber lainnya. Memang ada variasi tetapi ini sangatlah lumrah karena studi prediksi selalu memiliki faktor-faktor ketidakpastian yang pengolahannya bisa sangat bergantung kepada masing-masing pelaku studi. Dalam membandingan data dengan lembaga lain, bp menyajikan beberapa keterangan yaitu :

  • Semua lembaga analis memberikan kesimpulan yang sama bahwa pertumbuhan kebutuhan energi akan disokong oleh emerging markets (negara-negara yang industrinya berkembang dengan pesat seperti Tiongkok dan India). Negara-negara maju seperti yang tergabung kedalam OECD malah menunjukan perlambatan atauh bahkan penurunan laju prtumbuhan kebutuhan energi.
  • Lembaga analis memberikan kesimpulan yang sama bahwa sumber energi gas akan memiliki pertumbuhan yang pesat. Selain itu, minyak akan tetap tumbuh dengan stabil.
  • Perbedaan prediksi diakibatkan perbedaan beberapa asumsi kunci seperti : ketersediaan dan harga suplai migas, laju pengaplikasian teknologi baru, laju pertumbuhan Tiongkok, dan dampak kebijakan seputar energi di masa datang.

 

Tanggapan penulis

Saya semakin takjub dengan luasnya cakupan diskusi seputar energi seiring saya membaca laporan bp Energy Outlook 2035. Sektor energi akan sangat bergantung pada kondisi ekonomi negara-negara yang berkembang pesat seperti Tiongkok. Kita sudah bisa melihat bagaimana kelesuan perlambatan laju pertumbuhan ekonomi Tiongkok sangat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi global. Kita juga bisa melihat bagaimana regulasi perubahan iklim bisa mendorong tumbuhnya energi terbaharukan seperti Tenaga Angin dan efisiensi kendaraan bermotor di negara-negara maju. Dan kita juga sangat merasakan dampak berlimpahnya suplai minyak akibat shale oil mengakibatkan turunnya harga bahan bakar minya. Energi memang sangat penting bagi manusia yang bahkan bisa sampai mempengaruhi tindak laku negara dalam level kebijakan internasionalnya.

Lalu bagaimana kita melihat laporan ini dalam kaitannya dengan Indonesia? Setidaknya ada beberapa poin yang ingin saya bagi.

  1. Indonesia diprediksikan masih belum bisa menaklukan dominasi Tiongkok dan India dalam skala ekonomi di kawasan Asia. Dalam laporan lebih banyak dibahas mengenai laju pertumbuhan kebutuhan energi Tiongkok dan India sebagai pendorong utama di kawasan Asia. Hal ini memang cukup jelas dengan melihat iklim sektor industri kita yang belum mumpuni untuk lompatan skala besar.
  2. Indonesia sebagai salah satu produsen batu bara yang besar harus bersiap dengan kelesuan pasar batu bara yang lebih parah lagi. Laporan studi memprediksi kalau batu bara akan terus terpuruk karena regulasi dan kesadaran mengenai emisi karbon yang meningkat dan ketatnya persaingan dengan sumber energi minyak dan gas dan energi terbaharukan. Akan tetapi batu bara masih bisa dimanfaatkan untuk pertumbuhan ekonomi nasional jika Indonesia masih bisa mentoleransi besaran emisi karbon yang dihasilkan dari sumber energi batu bara.
  3. Pasar gas akan terus tumbuh dan Indonesia memiliki kesempatan untuk mendapat porsi penyedia gas dunia. Laporan studi menjelaskan bahwa sumber energi gas akan tumbuh paling pesat dibanding sumber energi lainnya. Indonesia masih memiliki potensi cadangan gas yang menarik untuk diolah.
  4. Pasar minyak akan kembali seimbang – kita akan melihat kenaikan harga minyak ke level yang lebih rasional yang membuat eksplorasi dan produksi minyak kembali jalan dengan laju yang wajar. Kita harus bersiap menghadapi kenaikan harga BBM yang kemungkinan besar meningkatkan inflasi dan menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.

Demikianlah sharing saya tentang laporan studi bp Energy Outlook 2035. Saya harap artikel ini bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian. Silahkan manfaatkan artikel ini sebaik yang pembaca perlukan tapi mohon dicantumkan referensi terhadap blog ini agar bisa dipertanggung jawabkan seandainya ada kekeliruan di kemudian hari atas data/pendapat yang ditulis.

Referensi : bp Energy Outlook 2035 (2016 edition)

 

 

Catatan : Informasi/pendapat yang ada di blog ini dan tidak terdapat pada situs BP Energy Outlook 2035 adalah merupakan pendapat penulis dan mungkin tidak merepresentasikan pendapat/informasi dari bp.

Advertisements

Metode Alternatif Belajar IELTS

Bagi pembaca yang akan melakukan studi di luar negeri berbahasa Inggris, memiliki sertifikat Bahasa Inggris seperti sertifikat IELTS biasanya merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi. Umumnya perguruan tinggi barat mensyaratkan tingkat kemampuan bahasa Inggris setara dengan nilai IELTS 6.5 dimana tiap komponen penilaian tidak boleh lebih kecil dari 6.5. Tes IELTS memang terdiri dari 4 komponen yaitu Reading, Listening, Speaking dan Writing. Luasnya aspek penilaian ini yang membuat tes IELTS cukup angker bagi banyak orang.

Selain karna tes ini dirasa cukup sulit, biaya tes IELTS juga cukup mahal yaitu skitar 2.8 juta rupiah untuk setiap tes dan bergantung pada kurs dollar. Tes IELTS akan menjadi sia-sia jika kita tidak bisa mencapai nilai yang dibutuhkan. Cerita yang beredar di salah satu penyelenggara tes IELTS, ada seseorang yang perlu melakukan tes selama 7 kali sampai akhirnya berhasil mencapai nilai yang diharapkan. Mungkin tidak sepenuhnya sia-sia karena kita akan mendapatkan pengalaman berharga mengenai bagaimana tekanan yang ada selama test ini. Tapi perlukah sampai mengeluarkan 2.8 juta hanya untuk sekedar mendapat pengalaman tes? Tentunya tidak!

Dalam artikel kali ini saya ingin sedikit berbagi mengenai bagaimana saya mempersiapkan diri menghadapi tes IELTS pertama saya (dan Alhamdulillah sepertinya tidak perlu tes kedua lagi selama 2 tahun kedepan).

Menjalani tes IELTS tidak bisa sekedar dengan percaya diri dengan kemampuan Bahasa Inggris kita karena didalamnya sangat diperlukan konsentrasi dalam mencerna instruksi soal beserta jawaban yang dibutuhkan. Situs-situs referensi IELTS secara eksplisit menyebutkan bahwa seorang native speaker Bahasa Inggris pun bisa gagal IELTS karena kelengahannya dalam membaca soal. Kegagalan mencerna instruksi soal akan menghasilkan jawaban yang salah yang tentunya akan menggerus skor IELTS kita. Sebagai gambaran, ada instruksi yang meminta kita menulis jawaban hanya dengan 2 kata. Jika jawaban kita lebih dari 2 kata maka dianggap salah. Jika kita salah ketik satu huruf, jawaban dianggap salah. Belum lagi ada beberapa pertanyaan jawaban jebakan di sesi listening yang pasti tidak akan kita kira jika kita tidak mendengarkan dengan baik-baik.

Mungkin beberapa pembaca yang mengenal tempat saya bekerja cukup heran mengapa saya terkesan khawatir saat mempersiapkan tes ini. Tapi memang seperti itulah tes IELTS, kemampuan praktis bahasa Inggris sehari-hari merupakan modal utama, tetapi kesiapan menghadapi tipe-tipe soal IELTS merupakan penentu apakah kita dapat mencapai skor yang diinginkan atau tidak.

Setelah menyadari kesulitan-kesulitan di atas, saya pun memutar otak untuk mencari cara yang murah agar saya bisa lebih siap mengikuti tes ini. Kenapa cara yang murah? Karena biaya IELTS sebesar 2.8 juta saja sudah cukup mahal, apalagi jika saya mengikuti kelas persiapan intensif selama 1 minggu yang harganya sekitar 1 jutaan untuk hasil yang belum tentu sesuai harapan. Alternatif lain yang lebih terjangkau mungkin dengan membeli buku panduan IELTS tapi dengan waktu persiapan saat itu yang hanya 1 bulan saya pun dihadapkan pada buku-buku rekomendasi IELTS yang asli dan harganya pun ratusan ribu rupiah. Selain itu karakteristik buku yang monoton juga mengurangi ketertarikan saya belajar melalui cara ini.

Dari pertimbangan-pertimbangan tadi, saya pun mencoba cara belajar lain yaitu menggunakan aplikasi iPad yang ada di apple app store. Saya berharap sistem belajar menggunakan applikasi ipad akan lebih dinamis, mudah didapat dan murah. Selain itu saya cukup percaya dengan kemampuan dasar bahsa Inggris saya untuk mencapai mencapai skor minimum. Saya menemukan beberapa aplikasi berlatih IELTS yang sebagian ditawarkan secara gratis walau hanya versi lite. Setelah mencoba beberapa aplikasi, saya memutuskan untuk membeli aplikasi bernama IELTS Skills dari Macmillan Education. (http://www.macmillaneducationapps.com/ieltsskills/)

Applikasi IELTS Skills menarik perhatian saya karena versi lite nya memberikan gambaran pembelajaran yang dinamis dan mengena (impactful) melalui aplikasi tips & trick dan simulasi tes. Aplikasi ini tidak mengajarkan kita melalui contoh soal tetapi lebih mengupas berbagai teknik dalam menyelesaikan setiap tipe soal dari mulai reading, writing, listening hingga speaking. Selain itu penggunaan aplikasi di dalam IPad membuat saya bisa berlatih kapanpun dan dimanapun saya berada. Harga versi fullnya yang sebesar Rp 89.000 akhirnya memantapkan saya untuk membeli aplikasi ini.

IELTS1
Menu Awal Aplikasi IELTS SKILS

Pada menu awal IELTS Skills terdapat 4 pilihan utama berupa komponen IETLS yang ingin kita pelajari. Tiap sub komponen terdapat berbagai tips dan trik yang disusun secara sistematis. Tiap sub komponen pun memiliki Golden Rules atau saran pamungkas yang sangat bermanfaat sebagai dasar mengikuti tes IELTS. Setiap topik yang dibahas dalam aplikasi ini dibawakan secara interaktif sehingga pembelajaran terasa lebih menarik.

IELTS2
Empat Komponen Tes IELTS

Komponen pertama adalah sesi Reading. Pada pilihan ini terdapat 5 trik utama yang terbagi menjadi Skimming, Scanning, Matching, Completing, Asnwering. Metode Skimming adalah metode mendapatkan ide besar suatu tulisan secara cepat. Applikasi ini menjelaskan beberapa langkah skimming yang membuat kita tidak harus membaca keseluruhan kata untuk mengerti maksud suatu kalimat/paragraf. Hal-hal kecil seperti fokus pada kata kerja, kata sambung atau kata sifat bisa menghemat waktu membaca kita yang tentunya sangat bermanfaat dalam menyelesaikan tes.

Metode Scanning adalah metode mencari suatu kata/ide pada soal berbentuk tulisan. Metode ini sangat bermanfaat dalam menjawab pertanyaan karena artikel soal IETLS bisa sangat panjang sedangkan kita seringkali tidak bisa memahami dan mengingat isi artikel hanya dalam sekali baca. Applikasi ini menjelaskan dalam menjawab pertanyaan, kita harus mengenal ide dasar pertanyaan ini yang biasanya dapat disingkat jadi kata kunci. Kata kunci ini kemudian kita cari dalam artikel. Kita tidak perlu membaca semua kalimat dalam satu artikel tetapi cukup mencari satu kata kuncu tersebut dan kemudian mebaca kalimat yang menaunginya. Salah satu hal yang menarik yang saya pelajari adalah scanning sebaiknya tidak dilakukan dari kiri ke kanan melainkan kanan ke kiri, zigzag, atau bahkan bawah ke atas. Hal ini dilakukan untuk menghindari otak membaca kata perkata dan meluangkan waktu lebih lama dibandingkan pencarian cepat melalui dan tidak bergantung urutan kalimat yang diberikan metode Scanning.

Fitur lain yang saya rasa sangat bermanfaat adalah simulasi tes speaking. Dalam bagian ini, kita dapat berlatih melakukan tes Speaking dengan menonton video pertanyaan si pewawancara dan merekam respon jawaban kita mirip seperti kondisi tes aslinya. Pertanyaan si pewawancara pada layar ipad kita dapat bervariasi sesuai beberapa paket latihan di applikasi ini. Selanjutnya, hasil rekaman jawaban kita dapat kembali kita putar untuk kita evaluasi. Aplikasi bagian Speaking juga menyediakan beberapa video tentang contoh baik dan buruk dalam merespon pertanyaan dalam tes speaking. Video-video ini sangat bermanfaat dalam mengidentifikasi kesalahan umum yang orang lakukan pada sesi tes Speaking.

IELTS3
Berlatih Sesi Speaking dengan Simulasi Rekaman

Salah satu hal yang saya pelajari di bagian Speaking adalah untuk mencapai nilai yang cukup kita harus mengatur ritme bicara kita agar pronounciation dan struktur kalimat menjadi lebih terkontrol dan akurat. Kita tidak boleh tegang dan kita harus mengontrol nafas. Tidak perlu tergesa-gesa dalam memberikan jawaban, kita harus menunjukan bahwa kita berpikir untuk memberi jawaban dan bukan berpikir untuk menerjemahkan jawaban dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris.

Selain itu masih banyak teknik-teknik menarik yang sangat bermanfaat saat menghadapi tes IELTS. Salah satu yang juga sangat bermanfaat adalah bagaimana kita mempelajari konsep penulisan tulisan pada sesi Writing. Aplikasi ini memberikan penjelasan tentang pengaturan waktu menulis, penulisan kerangka, perbedaan teknik membaca berbagai tipe diagram hingga contoh-contoh kalimat inti dan penghubung yang tepat untuk digunakan.

Dari beberapa fitur yang bermanfaat diatas, sayangnya ada beberapa kekurangan yang cukup mengganggu saya dalam menggunakan aplikasi ini. Salah satunya adalah instruksi latihan yang kadang sulit dimengerti. Seringkali saya harus meluangkan waktu yang lama untuk mencerna apa instuksi pada suatu sesi latihan soal. Kadang saking tidak mengertinya saya pun harus melewatkan latihan itu dan langsung melihat kunci jawabannya. Mungkin hal ini tidak akan terjadi jika pembaca benar-benar berkonsentrasi dan mengalokasikan waktu yang cukup untuk berlatih melalui aplikasi ini.

Kekurangan lain yang kadang saya alami adalah user interface yang tidak responsif. Mungkin ini disebabkan spesifikasi IPad saya yang sudah tua (generasi ke-3) sehingga aplikasi menjadi terlalu berat untuk dijalankan. Contohnya adalah ketika saya harus menghighlight kalimat dengan gramar yang salah pada sebuah paragraf. Pada latihan ini kadang sentuhan pada kalimat tidak terdeteksi sehingga saya dianggap tidak memberikan jawaban. Smoga saja hal ini tidak terjadi pada iPad generasi yang lebih baru.

Dan akhirnya saya pun melakukan test IELTS saya pada awal Desember lalu. Alhamdulillah, saya bisa mencapai nilai sedikit diatas nilai minimum yang dibutuhkan yaitu 8.5 Reading, 8.5 Listening, 7.5 Speaking dan 6.5 Writing. Keseluruhan nilai ini memberikan saya skor IELTS Band 8. Mungkin tidak semua orang mau berbagi hasil IELTS mereka tapi untuk artikel kali ini saya ingin membagi hasilnya agar pembaca bisa memiliki gambaran mengenai korelasi antara nilai IELTS dengan kemampuan praktis bahasa Inggris seseorang. Dari skor diatas, bisa dilihat bahwa puluhan artikel bahasa Inggris pada blog saya tidak menjamin saya mendapat nilai yang tinggi.

Kalau saya coba evaluasi skor Writing saya, saya menjadi terpikir kalau selama ini saya sangat bergantung pada fitur autocorrect pada MS Word dalam menghasilkan dokumen berbahasa Inggris yang akurat sehingga ketika saya harus menulis essay dengan tulisan tanggan saya mungkin kehilangan sebagian kemampuan saya. Saya juga terlalu fokus berlatih untuk sesi reading dan listening dalam aplikasi IELTS Skills karena saya selalu merasa bagian ini memiliki banyak pertanyaan jebakan. Mungkin nilai IETLS Writing saya bisa lebih baik lagi jika saya meluangkan waktu lebih banyak untuk latihan sesi ini.

Dan begitulah akhirnya cerita bagaimana saya mempersiapkan diri untuk mengikuti tes IELTS. Alhamdulillah menurut saya nilainya cukup untuk modal saya di masa depan meskipun distribusi skor per komponen yang diluar perkiraan.

Penggunaan aplikasi belajar IELTS ini tentu bukan satu-satunya metode persiapan tes IELTS. Ada banyak metode sesuai kemampuan dasar, budget dan ketersediaan waktu kita. Semoga pembaca yang sedang mempersiapkan tes IETLS nya bisa terbantu dari artikel ini. Selamat berjuang!

PS: Silahkan berbagi juga bagaimana cara pembaca mempersiapkan tes IELTS di bagian komentar dibawah.

Berkenalan dengan Framing Effect

Pada suatu ketika saya hendak mengisi bensin di sebuah SPBU. Saya pun menepi dari sisi jalan dan petugas spbu pun mengarahkan saya ke salah satu slot pengisian bensin. Ketika mobil berhenti dan saya membuka kaca, sang petugas pun dengan sigap menanyakan “Isi Vpower pak?”… Saya yang baru saja mematikan mesin mobil pun sedikit terkaget dan tanpa disadari menjadi agak kikuk dalam memberikan jawaban… Seolah otak ini belum siap untuk menjawab pertanyaan tiba-tiba tadi.. Akhirnya saya menjawab “Shell super saja”… Sebuah jawaban yang secara sadar saya ucapkan tetapi entah kenapa terasa kurang nyaman dalam pengucapannya jika dibanding dengan menjawab, “iya Vpower ya”..

Setelah pertanyaan jenis bensin terjawab, si petugas pun langsung ke pertanyaan kedua dengan tidak banyak jeda, “Isi full pak?”.. Masih dalam keadaan “perasaan nanggung” dengan jawaban pertama.. Saya pun kembali diberi pertanyaan yang akhirnya saya jawab setelah terdiam beberapa saat… “200 ribu aja” tapi kembali dengan perasaan aneh dan tidak nyaman. Seolah saya berusaha melawan arus yang tidak semestinya dilawan…

Bagi pembaca sering mengisi bensin di SPBUini, pasti pembaca juga akan familiar dengan kedua pertanyaan ini karena  Continue reading “Berkenalan dengan Framing Effect”

Writing and Well Being

Writing a blog is not a tool to showcase my achievement, it is a part of self help to improve my happiness and quality of life. Study conducted by S.J. Lepore and J.M. Smyth (2002) which was discussed in Richard Wiseman’s book titled “59 Seconds” explains how writing our experience and view into some sort of “Diary like” media could help to reduce our stress, strengthen our focus and improve our well-being.

In a “Creating a The Perfect Diary” chapter of this book, a question was raised on why would sharing about traumatic event through talking have almost no effect to psychological and physical well being compared to sharing about it through writing. Continue reading “Writing and Well Being”

World’s First Modern War

Setelah membaca seluruh seri buku “Perang Eropa” karya P.K. Ojong, saya semakin tertarik untuk menelusuri sejarah seputaran Perang Dunia ke-2 yang tragedi kemanusiaan terbesar di dunia itu. Mengapa disebut tragedi kemanusiaan? karena ada sekitar 50 juta jiwa tewas karena perang ini (Ninok Leksono, 2008) yang dari jumlah itu separuhnya berasal dari Uni Soviet dan sebagian besar dari 50 Juta adalah korban warga sipil. Perang dunia 2 yang berlangsung dari tahun 1939 hingga 1945 tak pelak lagi merupakan  suatu tragedi yang menyakitkan bagi umat manusia.

Berawal dari seri buku diatas, keigintahuan saya melebar dengan mempelajari Perang Dunia melalui media-media lain seperti Televisi, Internet, dan buku-buku lainnya. Di media televisi, saya sangat menyukai 2 seri dokumenter perang dunia 2 yaitu “Apocalypse : The second world war” yang pernah tayang di National Geographic dan “World War II in Colour” yang saya tonton di Discovery Channel. Kedua acara tersebut memberikan gambaran lengkap dari mulai bagaimana rezim Hitler terbentuk hingga bertekuk lutunya angkatan bersenjata Jepang pasca dijatuhkannya bom Atom di Hiroshima dan Nagasaki. Media video (televisi) memang lebih memberikan saya gambaran lengkap dan dalam tentang bagaimana konflik ini berlangsung.

Setelah cukup banyak menggali informasi seputar Perang Dunia II, saya menemukan sebuah buku menarik mengenai tragedi kemanusiaan lain yang merupakan benih terjadinya perang dunia II. Tragedi itu tak lain adalah Perang Dunia I. Perang yang berlangsung dari 1914 hingga 1918 ini mengakibatkan jumlah korban jiwa yang tidak jauh lebih kecil dibandingkan perang dunia II. Lebih dari 70 juta personel militer dikerahkan dalam perang ini dan dari jumlah itu, 10 juta tentara dan 5 juta warga sipil diperkirakan tewas (wikipedia).  Besarnya korban jiwa ini bukanlah satu-satunya hal yang mengerikan, hal lain adalah munculnya perasaan dendam bangsa Jerman akibat kekalahan mereka di PD 1 yang akhirnya menjadi pembakar semangat mereka untuk membalas dendam di Perang Dunia 2.

Buku “Great Battles in World War 1” yang dibuat oleh grup Majalah Angkasa bisa dijadikan referensi yang bagus untuk penelusuran tentang Perang Dunia 1. Buku setebal 112 halaman ini memiliki format seperti majalah karena memang pembuatnya adalah grup Majalah Angkasa. Oleh karena itu, di dalamnya banyak terdapat informasi visual seperti foto, skema, dan ilustrasi yang cukup memperkaya wawasan kita tentang hal-hal yang ada di Perang Dunia 1.

Di dalam buku ini dijelaskan bahwa pemicu terjadinya perang dunia 1 adalah pembunuhan putra mahkota kekaisaran Austria, Pangeran Frans Ferdinand pada 28 Juni 1914 oleh aktivis Serbia, Gravilo Prinip, yang ingin melampiaskan kekecewaannya atas pemberian konsensi kepada warga Slavia yang menetap di Bosnia. Pembunuhan ini ternyata membangunkan singa-singa tidur. Austria kemudian mengancam akan menghancurkan Serbia dan ancaman ini memaksa Rusia turun ke medan perang karena mengaggap dirinya pelindung tradisional bangsa-bangsa kecil Slavia. Keikutsertaan Russia ke dalam medan perang membuat Jerman juga ikut mengambil bagian dalam perang karena pada masa itu Jerman sudah bersitegang dengan Russia dan Perancis. Sadar bahwa Rusia berhadapan dengan Austria dan Jerman, Perancis pun digandeng. Pada akhirnya, ketika inggris melihat sekutu-sekutunya berperang, Inggris pun turun tangan dalam perang ini terlebih karena jerman jelas-jelas sudah masuk ke wilayah Belgia dan Luxemburg yang dinilai Inggris melanggar Independensi dan Netralitas negara tersebut.

Runtutan persitiwa diatas menghasilkan dua aliansi besar dalam perang dunia 1 yaitu Tirple Entente yang beranggotakan Inggris, Rusia dan Perancis, dan Triple Alliance yang beranggotakan Jerman, Austria-Hungaria. Negara-negara aliansi ini kemudian menyeret negara-negara lain  seperti Amerika, Turki, Australia dan New Zealand untuk terjun ke dalam perang.

Dalam buku ini, dijelaskan bahwa Perang Dunia 1 bisa dibilang sebagai perang modern pertama di Dunia. Perang ini sangat berbeda dibanding perang-perang sebelumnya yang masih mengandalkan panah, tombak, senapan dan meriam era awal serta pasuka berkuda. Perang Dunia 1 ini memperkenalkan dunia pada Tank, Pesawat terbang pengintai dan pembom, Gas Saraf, dan perhau-perahu baja penggempur. Perang Dunia 1 adalah perang perang transisi menuju perang-perang selanjutnya yang lebih maju, akurat, luas, dan terukur.

Memang tidak cukup 112 halaman untuk mengupas sejarah perang Dunia 1 tetapi hadirnya buku “Great Battle in World War I” ini memperkaya literatur Perang Dunia yang dimilki bangsa Indonesia. Dari buku ini kita bisa belajar bahwa suatu percikan kecil dalam perpolitikan bisa berujung pada tragedi kemanusiaan yang sangat massiv. Dari buku ini kita bisa belajar bahwa cinta tanah air bisa memberikan kekuatan yang sangat besar bagi seseorang dalam mempertahankan negaranya. Lebih banyak lagi hal yang kita pelajari dari sejarah Perang Dunia 1 ini. Oleh karena itu sebagai penutup, saya ingin kembali menuliskan suatu bagian dari kata pengantar di buku ini yang saya sangat sependapat dengannya.

” Akhir kata, kami senang dengan keinginan dan niat Anda membaca buku ini, karena dengan ara ini Anda bisa “melihat dan membaca” sebagian gambar dari mozaik peradaban yang kemudian membentuk wajah masyarakat dunia. Ini penting karena sejarah tidak tercipta untuk dilupakan, melainkan demi masa depan yang lebih baik. “

Brain Rules : Avoid Multi Tasking

Akhir-akhir ini saya sedang asik membaca sebuah buku berjudul “Brain Rules – 12 Kedahsyatan Otak di Tempat Kerja, Sekolah, dan Rumah” karya John Medina, seorang profesor di bidang Rekayasa Biologi di Universitas Washington. Buku ini sangat menarik bagi saya karena memberikan jawaban atas berbagai kebingungan yang saya rasakan mengenai bagaimana otak bekerja dan bagaimana ia mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari.

Buku ini menjelaskan cara kerja otak melalui penjelasan terhadap 12 aturan otak. Aturan-aturan otak dimulai dari Aturan Pertama berupa bagaimana olahraga mendongkrak kemampuan otak dan diakhiri dengan Aturan ke-12 berupa Manusia adalah penjelajah yang kuat dan alami. Tiap aturan menjelaskan bagaimana otak bekerja, faktor-faktor yang mempengaruhinya, dan bagaimana pengaruhnya terhadap pribadi kita.

Sebagai contoh Aturan otak yang dijelaskan dalam buku ini adalah bagaimana ingatan terdiri dari ingatan jangka pendek dan jangka panjang. Buku ini menjelaskan bahwa ingatan jangka pendek dan jangka panjang disimpan di bagian yang berbeda pada otak kita. Selain itu, proses menyimpan ingatannya pun berbeda sehingga metode mengingat ingatan jangka panjang dan pendek menjadi berbeda. Buku ini menekankan perlunya informasi disampaikan secara bertahap dan mengulanginya dalam jeda waktu yang terpola agar informasi tersebut bisa disimpan dalam ingatan jangka panjang.

Contoh lainnya adalah aturan otak tentang tidur. Buku ini mendobrak anggapan kita tentang tidur. Tidur bukanlah untuk mengistirahatkan otak seperti yang umumnya kita anggap selama ini karena pada kenyataanya selama tidur otak kita tetap bekerja dan melakukan proses pemikiran yang berkali lipat lebih cepat dibanding pada saat kita terbangun. Buku ini memang tidak secara jelas menjelaskan mengapa manusia butuh tidur, tapi buku ini menjelaskan mengapa ide-ide ataupun buah pemikiran yang cemerlang bisa muncul saat kita terbangun dari tidur. Dari bukuini, mungkin kita baru aware tentang fakta bahwa tidur siang selama 26 menit bisa meningkatkan konsentrasi pilot NASA sebesar 34 persen.  Masih banyak fakta-fakta baru yang saya dapat dalam buku ini.

Saya ingin meng highlight suatu aturan otak yang dijelaskan buku ini yaitu bagaimana otak tidak bisa melakukan Multi Tasking karena secara alamiah otak berpusat pada konsep-konsep secara berurutan satu per satu. Multi tasking disini adalah dimana otak memberikan perhatian terhadap berbagai hal sekaligus. Contohnya, multi tasking saat kita melamun atau menelefon ketika menyimak suatu presentasi. Pencurahan perhatian kepada dua hal berbeda ini, dalam buku ini didefinisikan sebagai Multi Tasking. Ini berbeda dengan bagaimana otak mengontrol denyut jantung dan hisapan nafas sementara kita membaca buku atau berbicara.

Dalam kaitannya dengan Multi Tasking, buku ini menekankan bahwa multi tasking jauh mengurangi produktivitas kita karena ada sela setiap kali kita berpindah perhatian dari suatu hal ke hal lain. Studi menunjukan bahwa ketika perhatian kita tersela atau terganggu, waktu untuk menyelesaikan suatu aktivitas menjadi 50 % lebih lama dari waktu biasanya. Bukan hanya itu, tingkat kesalahan juga akan meningkat 50 % lebih banyak dari aktivitas yang perhatiannya tidak tersela. Aturan ini diperkuat dengan contoh mengenai menelefon sambil mengemudi. Di buku ini disebutkan bahwa orang yang berbicara di ponsel sambil mengemudi lebih lambat setengah detik dalam menginjak rem pada keadaan darurat dan lebih lambat untuk kembali ke kecepatan normal setelah suatu keadaan darurat. Selanjutnya, lebih dari 50 % tanda visual yang dilihat pengemudi awas terlewat oleh pengemudi yang sambil berbicara di ponsel.

Masih banyak fakta-fakta lain yang jika dimengerti dan diaplikasikan, bisa meningkatkan kualitas hidup kita baik dalam pekerjaan,  sekolah maupun sosialisasi. Hal yang saya benci dari buku yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia ini adalah cara penulisannya. Kalimat-kalimat dalam buku ini sulit dimengerti entah karena gaya tulis John Medina yang berbelit-belit atau penterjemahan yang kurang sesuai. Terlepas dari hal itu, saya suka dan merekomendasikan buku ini. Selamat menikmati bagi yang tertarik membacanya.

Biaya masuk ITB 2011 & Tips Bayar Murah kuliah di ITB

Sumber : Milist Ikatan Alumni ITB
Pertama-tama, tolong dibaca secara lengkap, biar info yang didapat tidak parsial. Hatur nuhun.
__________________________________________
Pertanyaan pertama : gimana caranya masuk ITB? berapa biaya pendaftaran ujiannya?

1. Daftar secara online di http://www.snmptn.ac.id/
2. Mengenai pembayaran, jumlahnya sbb (salah satunya saja, sesuai program studi yang ingin dipilih):
  • Kelompok IPA dan IPS : Rp. 150.000,- (dapat memilih maksimum 2 jurusan)
  • Kelompok IPC                 : Rp. 175.000,- (dapat memilih maksimum 3 jurusan)
  • Ujian Keterampilan      : Rp. 150.000,- (Khusus Fakultas Seni Rupa dan Desain)

3. Jenis Ujian SNPTN 2011 – Jalur Ujian Tulis :

  • Tes Potensi Akademik (TPA)
  • Tes Bidang Studi Prediktif (TBSP)

–  Tes Bidang Studi Dasar : Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
– Tes Bidang Studi IPA : Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika.
– Tes Bidang Studi IPS : Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi

  • Khusus bagi peminat FSRD, diharuskan untuk mengikuti Ujian Keterampilan yang dilaksanakan dua hari setelah pelaksanaan ujian tertulis. Peserta Ujian Keterampilan dapat mengikuti ujian di PTN yang memiliki program studi yang mempersyaratkan Ujian Keterampilan atau PTN terdekat dari tempat pendaftaran peserta yang memiliki program studi yang mempersyaratkan Ujian Keterampilan sesuai dengan pilihan peserta..

Jawaban selengkapnya ada di link berikut : http://www.itb.ac.id/usm-itb/nas-t-3.htm (tentang tata cara pendaftaran) dan link http://www.itb.ac.id/usm-itb/nas-t-2.htm (tentang persyaratan peserta).


__________________________________________
Berapa sih biaya masuk ITB tahun 2011?berapa sih biaya total belajar di sana nantinya?

Jadi, biaya pendidikan di ITB ada dua:
1. Biaya pendidikan di muka (BPM). dibayar satu kali di awal masuk ITB. Besarnya maksimal Rp55.000.000 (ada diskonnya juga lho. makanya baca sampai akhir ya)
2. Biaya pendidikan per semester (BPP). dibayar setiap awal semester kuliah. Besarnya Rp5.000.000/semester.

__________________________________________
Waduh, kok mahal banget ya biayanya? ada gacaranya biar bisa bayar murah?

Hoho,, tentu ada sodara-sodara. Begini, ikutin tipsnya ya:
Ternyata kita bisa meminta diskon Biaya BPM yang 55juta itu, bahkan tersedia diskon 100% bagi lebih dari 600 orang. Begini caranya:

1. Download dan isi formulir permohonan diskon BPM di [link ini] atau di sini : http://www.itb.ac.id/usm-itb/form-bpm-2011-t.pdf
2. Pada bagian permohonan subsidi, jangan lupa centang/pilih yang 25%, 50%, 75%, atau yang 100%
3. kirim formulirnya. Boleh lewat fax, email, atau pos, ke alamat:

Loket Direktorat Pendidikan ITB
Gd. CCAR ITB lt. 1
Jl. Tamansari no. 64 Bandung 40116
Telp.: 022-2508519, 022-4254016
Faks.: 022-2508519
E-mailusmitb@pusat.itb.ac.id

3. Siapkan bukti-bukti yang mendukung. Bukti-bukti ini diserahkan saat pendaftaran mahasiswa baru nanti (setelah pasti diterima). Misalnya:

– Slip gaji orang tua (kalau ada. kalau ga ada bikin sendiri aja, tulis aja gaji yang kecil. hehe,, tapi jangan boong yak )
– Surat keterangan RT/RW daerah asal. Jadi berupa keterangan kalau keluarga tidak mampu membayar banyak untuk masuk ITB.
– Surat keterangan kondisi keluarga. Misalnya jumlah keluarga dan kondisi pekerjaannya. Lebih direkomendasikan bagi anda yang punya banyak adik-adik yang masih sekolah, jadi terlihat kalau tanggungan beban orang tua itu besar sekali, hoho  .

4. Spesial: Bagi calon mahasiswa yang sejak awal hanya berminat untuk memilih Program Studi Astronomi (FMIPA), Program Studi Meteorologi (FITB), dan/atau Program Studi Oseanografi (FITB) dapat mengajukan permohonan Beasiswa Minat berupa subsidi 100% BPM. Untuk itu pemohon harus menyerahkan Formulir Pilihan Program Studi ITB yang dapat diunduh dari situs http://www.itb.ac.id/usm-itb/form-prodi-2011.pdf paling lambat tanggal 24 Mei 2011, pukul 15.30 WIB. Formulir yang telah diisi lengkap dikirimkan melalui kantor pos, faksimili, e-mail, atau diserahkan sendiri ke alamat:

Loket Direktorat Pendidikan ITB
Gd. CCAR ITB lt. 1
Jl. Tamansari no. 64 Bandung 40116
Telp.: 022-2508519, 022-4254016
Faks.: 022-2508519
E-mailusmitb@pusat.itb.ac.id

5. Kalau BPM sudah “beres”, maka tinggal mencari beasiswa untuk membayar BPP. Di sini banyak tersedia beasiswa, misalnya beasiswa ITB untuk semua (BIUS  http://www.itbuntuksemua.com ).
6. Jangan lupa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan rejeki lebih biar bisa kuliah di ITB. Syukur-syukur kalo ga perlu minta diskon biar masuk kampus itu, apalagi kalau bisa memberikan sebagian rezeki kita buat meringankan beban yang lain. InsyaAllah pahala lho 

__________________________________________
Info lebih lanjut?

– Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi :

Kantor Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan
Direktorat Pendidikan ITB
u.p. Kasubdit Penjaringan Mahasiswa
Gd. CCAR ITB lt.4, Jl. Tamansari 64 Bandung
Telepon           : 022-4254016
Telepon           : 022-61083601
Faksimili         : 022-2508519
E-mail              : usmitb@pusat.itb.ac.id