Apa Itu Peta Gempa Indonesia???

UPDATE October 2015: Peta gempa Indonesia telah diperbaharui dengan peta gempa keluaran tahun 2010. Pada edisi terbaru ini, metode pembuatan peta gempa telah diperbaharui berdasarkan penemuan-penemuan terbaru. Selain itu metode penurunan Respon Spektra dari peta gempa juga telah diperbaharui agar setara dengan metode pada kode ASCE 7-10. Peta gempa 2010 bisa didapat dari link berikut : http://puskim.pu.go.id/Aplikasi/desain_spektra_indonesia_2011/

Artikel di blog ini tentang peta gempa terbaru tahun 2012 : https://achmadsya.wordpress.com/2015/11/07/tentang-peta-gempa-indonesia-terbaru-edisi-sni-1726-2012/

======================================================

Jika pada dua postingan sebelumnya saya membahas mengenai mekanisme rusaknya bangunan terhadap gempa dan pentingnya menaati standard perencanaan gedung, pada postingan ini saya akan membahas mengenai Peta Gempa yang merupakan salah satu elemen utama perencanaan bangunan. Peta ini sangat penting dalam memperkirakan besarnya gaya gempa yang akan menimpa bangunan yang kita rencanakan.

Peta gempa adalah peta wilayah yang menunjukan besaran percepatan tanah dasar akibat gempa rencana yang kemungkinan menimpa gedung yang kita bangun. Peta ini merupakan hasil analisis probabilitas dari data-data kejadian gempa yang ada di suatu wilayah. Artinya, data-data kejadian gempa yang ada diolah dan  dianalisis untuk menghasilkan niali peluang terjadinya suatu gempa pada masa yang akan datang.

Baca juga : Pashmina instan by ellumi_clo

Peta gempa di suatu negara selalu berbeda dengan peta gempa di negara lain. Hal ini terjadi karena karakteristik kegempaan suatu wilayah akan berbeda dengan wilayah lain. Selain itu, perbedaan metode analisis karakteristik gempa dan analisis probabilitas gempa pun mempengaruhi bentuk peta gempa yang terjadi. Dengan demikian, tidaklah mengherankan jika peta gempa Indonesia dan  peta gempa Jepang yang sama-sama termasuk daerah rawan gempa pun berbeda satu-sama lain. Karena sifatnya yang sangat spesifik terhadap wilayah ini, kita patut berbangga bahwa peta gempa Indonesia merupakan hasil nyata insinyur-insinyur dan peneliti-peneliti Indonesia meskipun masih terdapat kontribusi pihak asing didalamnya.

Peta gempa Indonesia berdasarkan SNI Perencanaan Ketahanan Gempa Gedung 1726 tahun 2002 dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Dalam peta ini, Indonesia ditetapkan terbagi dalam 6 Wilayah Gempa di mana Wilayah Gempa 1 adalah wilayah dengan kegempaan paling rendah dan Wilayah Gempa 6 dengan kegempaan paling tinggi. Pembagian Wilayah Gempa ini, didasarkan atas percepatan puncak batuan dasar akibat pengaruh Gempa Rencana dengan  perioda ulang 500 tahun, yang nilai rata-ratanya untuk setiap Wilayah Gempa dapat dilihat pada Gambar dibawah.

-=-

Perlu digarisbawahi bahwa gempa yang diperhitungkan adalah gempa akibat pergeseran pelat tektonik saja dan tidak termasuk gempa vulkanik akibat letusan gunung berapi. Selanjutnya, percepatan ini hanya pada batuan dasar saja. Kecepatan di permukaan tanah dapat berbeda sesuai jenis lapisan tanah seperti data pada tabel dibawah.

-=-

Peta ini dibuat dengan memperhitungkan 10% kemungkinan terlampaui dalam 50 tahun. Artinya, masih tetap ada kemungkinan 10% percepatan gempa akan lebih besar dari yang terdapat di peta selama 50 tahun. Selanjutnya, periode ulang gempa adalah 500 tahun yang artinya gempa yang diperhitungkan dalam analisis probabilitas adalah gempa yang terjadi tiap 500 tahun sekali. Semakin lama periode ulangnya, semakin besar gempa yang terjadi.  Sebagai contoh, gempa Aceh 2004 lalu memiliki periode ulang selama 200 tahun yang artinya terjadi tiap 200 tahun. Periode ulang 500 tahun bukan berarti bahwa gempa akan terjadi tiap 500 tahun. Periode ulang digunakan untuk memberikan gambaran kemungkinan (probabiltias) terjadinya gempa yang artinya 1/500 (0.2% kemungkinan terjadi) dalam satu tahun. Dalam konteks peta gempa, tidak digunakan kemungkinan terjadi tetapi digunakan kemungkinan terlampaui. Artinya, pada peta gempa 500 tahunan, ada kemungkinan (probabilitas) sebesar 0.2% untuk terjadinya gempa yang nilai percepatannya lebih besar dari percepatan yang dituliskan pada peta gempa.

-=-

Selanjutnya, wilayah gempa terbagi menjadi 6 wilayah. Dari peta gempa Indonesia kita dapat melihat sebaran percepatan gempa di wilayah Indonesia. Daerah berwarna putih adalah daerah dengan percepatan gempa terkecil dan wilayah berwarna merah adalah daerah dengan percepatan gempa terbesar. Dari peta tersebut kita dapat melihat bahwa seluruh wilayah Indonesia kecuali sebagian besar daerah Kalimantan memiliki potensi terjadinya gempa dengan percepatan yang besar. Hal ini sudah terbukti dengan terjadinya gempa-gempa besar di Aceh, Padang, Jawa Barat, Yogyakarta, NTB, bahkan hingga ke Papua. Tidak mengherankan pula jika daerah Sumatra bagian pesisi barat sering dilanda gempa besar dalam beberapa dekade terakhir ini.

Baca juga : Pashmina instan by ellumi_clo

Bagaimana dengan jalur Jakarta hingga bandung dimana saya tinggal? Dari peta dapat kita lihat bahwa Jakarta berada pada zona 3 dengan percepatan gempa sebesar 0.15 g dan Bandung berada pada zona 4 dengan percepatan gempa sebesar 0.2 g. Artinya, untuk kondisi tanah yang sama, gaya gempa yang menimpa bangunan di Bandung harus direncanakan lebih besar dibanding bangunan di Jakarta. Selain itu untuk kondisi tanah yang sama, akan lebih mudah dalam membangun bangunan tingkat tinggi di Jakarta dibanding di Bandung karena gaya gempa rencana di Jakarta lebih kecil dari gaya gempa di Bandung.

-=-

Peta gempa ini seharusnya menjadi acuan dalam membangun suatu bangunan karena menyangkut beban rencana yang digunakan dalam merancang struktur bangunan. Dengan perhitungan beban gempa yang lebih akurat, keruntuhan bangunan akibat gempa dapat dihindari.

-=-

Special thank to Masrur Ghani for his References.

Referensi :

Mata Kuliah “Dinamika Tanah dan Rekayasa Gempa” oleh Prof. Masyhur Irsyam

-=-

Advertisements