Presentasi di JSCE Annual Meeting 2009

Pada konfrensi SIBE 2009, saya sebagai anggota seksi dokumentasi memiliki kesempatan untuk masuk ke ruang presentasi dan melihat presentasi karya ilmiah para peserta konfrensi. Kegiatan konfrensi ilmiah bertujuan untuk berbagi ilmu di bidangnya masing-masing melalui penerbitan hasil karya ilmiah (berupa paper) kedalam proceeding dan disertai sesi presentasi dan diskusi.

Pada konfrensi SIBE ini, paper-paper peserta diterbitkan kedalam buku Proceeding of The First International Conference on Sustainable Infrastructure and Built Environment. Selanjutnya, peserta konfrensi juga melalukan presentasi selama 15 menit disertai sesi diskusi 5 menit pada sesi nya masing-masing. Pembagian sesi presentasi dilakukan agar bidang-bidang keilmuan yang dibahas berkaitan dan sesuai dengan pakar-pakar yang hadir di sesi tersebut.

Setelah melihat sesi presentasi di konferensi SIBE itu, saya tergugah untuk berbagi pengalaman saat saya melakukan presentasi di Japan Society of Civil Engineer (JSCE) Annual Meeting 2009. Acara tersebut serupa dengan konfrensi SIBE dengan penyelenggaranya adalah JSCE yang bisa dibilang sama dengan ASCE nya Jepang (ASCE = American Society of Civil Engineer).

Acara JSCE annual meeting 2009 ini diadakan pada 2-4 September 2009 dengan mengundang lebih dari 1000 papers dan dengan peserta yang berasal dari kalangan akademis dan professional. Hal yang berbeda dari JSCE annual meeting ini adalah jumlah halaman untuk tiap paper yang didaftarkan peserta adalah maksimal sebanyak 2 halaman dengan waktu presentasi sebanyak 7 menit presentasi dan 3 menit diskusi. Memang relative singkat jika dibandingkan dengan SIBE namun bukan berarti paper yang didaftarkan bisa dibuat dengan seasalnya.

 

Saat itu saya mendapat sesi presentasi di hari kedua (3 September). Saya tergabung dalam sesi Fracture Mechanic karena paper saya membahas mengenai perilaku retak dari beton berserat (Fiber Reinforced Concrete). Sekitar sebulan sebelum acara berlangsung, saya sudah dikirimi buku panduan konfrensi yang berisi daftar peserta, jadwal presentasi, akses menuju lokasi konfrensi, dan informasi-informasi penting seputar konfrensi lainnya. Saat itu juga saya dikirimi CD berisi paper-paper yang dipresentasikan dan Name tag pesert konfrensi.

 

Saya tidak dapat menahan rasa gugup saya dikarenakan konfrensi itu akan menjadi kali pertama saya melakukan presentasi akademis terutama dalam bahasa Inggris di depan pakar-pakar di bidang saya. Kegugupan saya sedikit terobati dengan latihan presentasi yang sudah puluhan kali saya lakukan dan juga dengan slide yang saya buat dengan indah atas bantuan komentar dari professor, aistennya, serta teman-teman lab saya.

Ketika tiba saatnya sesi presentasi saya, tiap presenter di sesi tersebut berkumpul untuk mendengar briefing dari “chairman of the session” atau moderator dari sesi kita. Pada saat itulah moderator menjelaskan aturan-aturan presentasi seperti waktu presentasi dan diskusi, bel penunjuk waktu, dan peluang untuk mendapatkan award sebagai “Best Presenter of The Session”.

 

Saat itu saya mendapat giliran pertama untuk presentasi. Ketika nama saya dipanggil oleh moderator, saya datang menuju mimbar, mengenakan microfon mini dan membuka file presentasi saya. Kemudian, seketika pula saya memulai presentasi saya. Meskipun sebagian peserta adalah orang Jepang dan bahasa umum presentasi yang digunakan adalah bahasa Jepang, peserta non-Jepang dapat menggunakan bahasa Inggris dalam mempreentasikan paper nya.

 

Tanpa terasa, saya sangat menikmati presentasi saat itu. Hanya beberapa detik semenjak presentasi dimulai, rasa gugup yang sebelumnya saya rasakan seolah-olah hilang tak berbekas. Saya seolah-olah mengikuti ritme bicara saya dan melanjutkan ucapan-ucapan presentasi secara terstruktur.

 

Tak terasa pula tujuh menit jatah presentasi saya telah berakhir dan tibalah saat sesi diskusi, sesi yang paling saya takutkan. Saya takut ada pertanyaan-pertanyaan sulit yang tidak bisa saya jawab. Namun, saya sangat bersyukur, seorang asiten professor berkebangsaan Jepang memberikan saya pertanyaan yang masih bisa saya jawab dengan jawaban yang memuaskan. Dan tanpa terasa pula, satu pertanyaan dan satu jawaban sudah menghabiskan slot diskusi yang hanya 3 menit itu.

 

Perasaan bahagia dan lega langsung timbul ketika menyadari sesi presentasi saya selesai. Dengan selesainya presentasi itu, lengkap sudahlah syarat-syarat yang dibutuhkan untuk melegalkan paper yang saya daftarkan. Paper saya terdaftar telah kedalam proceeding konfrensi tersebut dan saya berhak mendapat kutipan atas paper saya seperti dibawah ini :

Makmur, A. S., Watanabe, K. and Niwa, J. : Fracture Properties of High Strength Concrete Reinforced With Various Fibers. Proceedings of the Japan Society of Civil Engineers Annual Meeting, 2009.

 

Setelah sesi presentasi berakhir, saya dan teman-teman saya masih berada di lokasi konfrensi hingga sore hari untuk melihat presentasi-presentasi sesi lainnya. Pada sore hari, kami kembali ke penginapan untuk bersiap-siap berwisata menikmati malam di Fukuoka. Salah satu malam terindah yang pernah saya alami selama ini.

 

Special thank for Ton from NIWA Lab for his amazing photographs of my JSCE presentation ^.^

Advertisements